bytedaily
Sabtu, 17 Oktober 2026 - 23:23 WIB

Daerah dengan Periode Tanpa Hujan Terpanjang di Indonesia, Jogja Peringkat Pertama

Redaksi 17 September 2026 12 views
Daerah dengan Periode Tanpa Hujan Terpanjang di Indonesia, Jogja Peringkat Pertama
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Menurut informasi dari cnnindonesia.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan bahwa sejumlah wilayah di Indonesia mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) ekstrem yang berlangsung lebih dari 100 hari.

Data terbaru yang diperbarui pada 10 September 2026 menunjukkan bahwa fenomena HTH ekstrem panjang terjadi di 17 provinsi. Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat rekor terpanjang dengan 131 hari tanpa hujan, diikuti oleh Jawa Tengah dengan 130 hari dan Jawa Timur dengan 129 hari.

BMKG melaporkan secara keseluruhan terdapat 1.637 titik yang masuk dalam kategori HTH ekstrem, yakni lebih dari 60 hari berturut‑turut tanpa curah hujan. Konsentrasi wilayah tersebut berada di bagian selatan Indonesia, termasuk Lampung, sebagian besar Jawa, bagian selatan Kalimantan, Sulawesi Selatan, Maluku, Bali, Nusa Tenggara, dan Papua Selatan.

Keadaan kering yang meluas ini dipengaruhi oleh fenomena El Niño yang masih berada pada level sangat kuat, dengan anomali suhu permukaan laut di zona Nino 3.4 tercatat +2,76 °C pada dasaran pertama September 2026.

BMKG mendefinisikan Hari Tanpa Hujan sebagai periode di mana suatu daerah tidak menerima hujan atau curah hujan sangat rendah (kurang dari 1 mm). Untuk memantau kondisi kekeringan, BMKG mengkategorikan HTH berdasarkan durasi: sangat pendek (0‑5 hari), pendek (6‑10 hari), menengah (11‑20 hari), panjang (21‑30 hari), sangat panjang (31‑60 hari), dan ekstrem (lebih dari 60 hari).

Penghitungan HTH dilakukan dengan menganalisis data curah hujan harian; hari‑hari tanpa hujan dihitung secara berurutan sejak pengamatan terakhir. Jika pada hari terakhir terjadi hujan, maka hari tersebut diklasifikasikan sebagai Hari Hujan (HH).

Berikut merupakan daftar wilayah yang mencatat HTH ekstrem panjang berdasarkan data hingga 10 September 2026.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.