bytedaily
Selasa, 19 Mei 2026 - 06:40 WIB

Dana Ventura Robinhood Tarik Lebih dari 150.000 Investor Ritel untuk IPO

Redaksi 07 Mei 2026 14 views
Dana Ventura Robinhood Tarik Lebih dari 150.000 Investor Ritel untuk IPO
Ilustrasi visual (Sumber: techcrunch.com)

bytedaily - Menurut laporan techcrunch.com, CEO Robinhood, Vlad Tenev, mengumumkan keberhasilan dana Ventura Fund I perusahaan yang baru diluncurkan. Dana ini memungkinkan investor ritel untuk berinvestasi di perusahaan teknologi swasta seperti Stripe, Oura, Databricks, dan OpenAI melalui dana yang diperdagangkan secara publik di NYSE. Tenev menyatakan bahwa lebih dari 150.000 investor ritel berpartisipasi dalam penawaran umum perdana (IPO) dana tersebut, yang dinilainya sebagai langkah demokratisasi pasar.

Dana yang diluncurkan pada bulan Maret ini hadir di tengah perubahan lanskap valuasi startup. Tenev mengusulkan istilah "frontier companies" untuk menyebut perusahaan swasta dengan valuasi ratusan miliar dolar, yang semakin umum terjadi bahkan sebelum perusahaan tersebut melantai di bursa. Ia memperkirakan beberapa perusahaan swasta bisa mencapai valuasi triliunan dolar sebelum IPO.

Robinhood's Ventures Fund I memiliki eksposur ke sejumlah perusahaan teknologi besar yang belum go public, termasuk OpenAI, Mercor, Ramp, Airwallex, dan Boom. Tenev menekankan bahwa dana ini sejalan dengan misi Robinhood untuk mendemokratisasi akses pasar bagi investor ritel. Sebelumnya, Robinhood telah melakukan hal ini melalui perdagangan tanpa komisi yang meningkatkan partisipasi investor ritel di pasar publik.

Tenev menjelaskan bahwa dana baru ini dapat dianggap sebagai firma modal ventura yang diperdagangkan secara publik dengan likuiditas harian, tanpa persyaratan akreditasi, dan tanpa biaya tambahan (carry). Ia membandingkannya dengan model modal ventura tradisional yang biasanya mengenakan biaya pengelolaan dan biaya tambahan sekitar 20% dari keuntungan investor. Robinhood menawarkan struktur biaya pengelolaan yang kompetitif tanpa biaya tambahan tersebut.

Tenev berpendapat bahwa mengingat besarnya valuasi perusahaan-perusahaan ini, investor ritel seharusnya memiliki kesempatan untuk berinvestasi lebih awal, bahkan sebelum IPO, terutama karena banyak perusahaan kini menunda rencana go public mereka. Ia berharap investor ritel dapat menjadi bagian signifikan dari pendanaan awal perusahaan, seperti putaran pendanaan seed dan Series A, sehingga mereka dapat turut merasakan potensi apresiasi nilai yang semakin pesat di pasar swasta.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi techcrunch.com.