bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) sedang dalam tahap persiapan untuk berpartisipasi dalam proses demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI). Meskipun demikian, jumlah investasi serta persentase kepemilikan yang akan diambil oleh Danantara masih belum diungkapkan.
Chief Investment Officer BPI Danantara, Pandu Sjahrir, menyatakan bahwa pihaknya saat ini sedang berkoordinasi dengan BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Keterlibatan Danantara dalam proses ini akan dilaksanakan melalui Danantara Investment Management (DIM).
"Ini lagi berkomunikasi, memberi arahan untuk DIM untuk melaksanakan investasi untuk demutualisasi," ungkap Pandu usai acara peluncuran ETF emas dan perayaan HUT Pasar Modal Indonesia ke-49 di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Senin (10/8/2026).
Pandu menambahkan bahwa proses demutualisasi BEI diperkirakan akan selesai dalam beberapa bulan mendatang. Namun, ia belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai besaran investasi atau porsi kepemilikan Danantara di BEI. "Kami berharap dalam beberapa bulan ke depan bisa rampung. Nanti detailnya bakal kita share ke semua, sebentar lagi," ujarnya.
Partisipasi Danantara dalam demutualisasi BEI merupakan bagian dari amanat Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) terkait perubahan struktur kepemilikan bursa. Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menginformasikan bahwa OJK bersama pemangku kepentingan terkait sedang merancang peraturan OJK (POJK) yang akan mengatur perubahan struktur kepemilikan dan tata kelola bursa pasca-demutualisasi.