bytedaily
Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:23 WIB

Danantara Siap Beli Saham Saat IHSG Tertekan jika Valuasinya Menarik

Redaksi 10 Oktober 2026 11 views
Danantara Siap Beli Saham Saat IHSG Tertekan jika Valuasinya Menarik
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Danantara Indonesia menyatakan dapat membeli saham di pasar domestik ketika IHSG mengalami tekanan, selama peluang tersebut dinilai menarik dari sisi valuasi. Kepala Investasi Publik Danantara Investment Management, Rani Piputri, mengatakan keputusan itu akan mempertimbangkan apakah tekanan pasar hanya dipicu sentimen eksternal sementara.

Rani menegaskan pembelian saham bukan bertujuan menstabilkan pasar. Menurutnya, Danantara berinvestasi ketika melihat nilai pada suatu aset dan menilai harganya menarik, lalu dapat menjualnya ketika minat pasar kembali meningkat. Ia menyampaikan hal tersebut pada Sabtu (10/10), seperti dikutip Reuters.

Pernyataan itu muncul di tengah kekhawatiran investor terhadap kemungkinan MSCI menurunkan status pasar Indonesia dari emerging market menjadi frontier market pada bulan depan. Jika perubahan klasifikasi itu memicu aksi jual, Danantara berpeluang masuk ke pasar apabila investasinya dinilai menguntungkan. Rani menyebut keputusan tersebut tetap memerlukan uji tuntas.

Unit investasi publik Danantara telah menanamkan sekitar US$3 miliar dan berencana menambah investasi US$1 miliar hingga akhir tahun. Portofolionya terdiri atas 65 persen saham, 30 persen instrumen pendapatan tetap, dan 5 persen hedge fund. Sekitar seperempat dari total dana diarahkan ke pasar Indonesia.

Danantara juga mulai mempertimbangkan investasi di sektor kecerdasan buatan (AI). Rani mengatakan lembaganya akan mengambil pendekatan hati-hati karena merasa relatif terlambat memasuki sektor tersebut. Ia menambahkan Danantara tidak menilai tren AI saat ini sebagai gelembung spekulatif, tetapi tetap ingin mengelola eksposurnya secara cermat.

Managing Director Global Relations & Communications Danantara Indonesia, Pahala Mansury, mengatakan lembaga itu diharapkan menghasilkan imbal hasil 200 hingga 300 basis poin di atas biaya modal. Biaya modal tersebut tercatat 5,35 persen, berdasarkan penerbitan obligasi dolar AS berjangka lima tahun pada Juni.

Dividen Rp120 triliun yang, menurut pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, akan dibayarkan Danantara kepada pemerintah tahun ini berpotensi tetap disimpan oleh lembaga tersebut. Sumber menyebutkan pembahasan mengenai hal itu masih berlangsung.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.