bytedaily
Selasa, 19 Mei 2026 - 06:39 WIB

DeepSeek Dikabarkan Dekati Valuasi Rp700 Triliun dalam Putaran Pendanaan Pertama

Redaksi 07 Mei 2026 13 views
DeepSeek Dikabarkan Dekati Valuasi Rp700 Triliun dalam Putaran Pendanaan Pertama
Ilustrasi visual (Sumber: techcrunch.com)

bytedaily - Dilansir dari techcrunch.com, laboratorium kecerdasan buatan (AI) asal Tiongkok, DeepSeek, dilaporkan tengah dalam pembicaraan untuk menggalang dana ventura pertamanya. Dalam beberapa minggu terakhir, valuasi potensial perusahaan ini melonjak dari 20 miliar dolar AS menjadi 45 miliar dolar AS (sekitar Rp700 triliun), menurut laporan Financial Times dan Bloomberg.

DeepSeek mulai dikenal pada awal 2025 setelah meluncurkan model bahasa besar yang dilatih dengan daya komputasi dan biaya yang jauh lebih rendah dibandingkan model-model besar dari Amerika Serikat seperti yang dikembangkan OpenAI dan Anthropic. Perusahaan ini kemudian mampu bersaing dengan model-model terkemuka dunia dalam bidang penalaran dan pengkodean, sambil tetap mempertahankan model bobot terbuka yang tersedia secara gratis di Hugging Face.

Didirikan oleh miliarder pengelola dana lindung nilai Tiongkok, Liang Wenfeng, yang menguasai hampir 90% perusahaan, DeepSeek sebelumnya tidak pernah mencari investor. Namun, menghadapi persaingan yang merekrut peneliti DeepSeek, Liang memutuskan untuk menggalang dana guna menawarkan saham perusahaan kepada karyawan, demikian dilaporkan Financial Times.

Putaran pendanaan ini dikabarkan akan dipimpin oleh entitas investasi negara China Integrated Circuit Industry Investment Fund, menurut Bloomberg. Tiongkok berupaya mendanai teknologi AI dalam negeri untuk mengatasi kesulitan dalam memperoleh teknologi AS, terutama chip. DeepSeek telah dioptimalkan untuk berjalan pada chip buatan raksasa perangkat keras Tiongkok, Huawei Technologies. Kombinasi ini dianggap sebagai duet yang kuat bagi negara tersebut untuk mengembangkan AI-nya sendiri yang dapat menyaingi Amerika Serikat. Raksasa cloud Tiongkok, Tencent dan Alibaba, juga dilaporkan sedang dalam pembicaraan untuk berpartisipasi, menurut Bloomberg.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi techcrunch.com.