bytedaily
Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Dentuman Misterius di Malang Raya Dikonfirmasi BMKG Berasal dari Aktivitas Vulkanik Semeru

Redaksi 09 September 2026 6 views
Dentuman Misterius di Malang Raya Dikonfirmasi BMKG Berasal dari Aktivitas Vulkanik Semeru
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, suara dentuman yang tidak dapat dijelaskan terdengar di Malang Raya, Jawa Timur, pada Selasa malam tanggal 8 September. Awalnya warga mengira bunyi tersebut berasal dari sound system atau pekerjaan konstruksi, namun laporan menunjukkan dentuman terdengar secara bersamaan di beberapa kecamatan yang berjarak cukup jauh.

Laporan tersebut menyebutkan suara menyebar dari area perkotaan seperti Blimbing, Bumiayu, Lowokwaru, hingga Lawang dan Bululawang di Kabupaten Malang.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Malang, Ricko Kardoso, menjelaskan bahwa bunyi keras itu tidak terkait dengan gempa tektonik maupun sambaran petir. Berdasarkan pemantauan alat BMKG pada sekitar pukul 22.00 WIB, tidak terdeteksi aktivitas seismik atau petir yang dapat menghasilkan dentuman di wilayah tersebut.

Ricko menambahkan bahwa BMKG telah berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Semeru milik PVMBG. Hasil koordinasi menunjukkan peningkatan tekanan gas vulkanik di Gunung Semeru dalam beberapa minggu terakhir, yang dapat menimbulkan suara dentuman atau gemuruh yang terdengar jauh.

Menurut pernyataan Ricko, intensitas suara yang dihasilkan bervariasi dari lemah hingga kuat, tergantung pada tekanan gas yang terakumulasi. Dengan demikian, Stasiun Geofisika Malang memastikan bahwa dentuman yang terdengar di Malang Raya merupakan fenomena vulkanik dari Gunung Semeru, bukan akibat gempa bumi atau petir.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.