bytedaily
Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:55 WIB

Dewan Komisaris Pertamina Patra Niaga Tinjau Kesiapan Operasional dan Program Pemberdayaan Masyarakat di Kepulauan Riau

Redaksi 09 Agustus 2026 8 views
Dewan Komisaris Pertamina Patra Niaga Tinjau Kesiapan Operasional dan Program Pemberdayaan Masyarakat di Kepulauan Riau
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, Dewan Komisaris PT Pertamina Patra Niaga melaksanakan kunjungan kerja di Kepulauan Riau pada Rabu (5/8). Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau kesiapan operasional perusahaan, pengamanan objek vital nasional, serta pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat.

Dipimpin oleh Komisaris Utama Pertamina Patra Niaga, Sabar Yudo Suroso, bersama jajaran komisaris lainnya, rombongan meninjau Integrated Terminal Tanjung Uban, Satuan Pendidikan (Satdik) 1 TNI Angkatan Laut Tanjung Uban, dan program Community Involvement & Development (CID) Kampung Bahari Si Pelaut di Batam. Direktur Kepatuhan dan Kelembagaan Pertamina Patra Niaga, Kadek Ambara Jaya, turut mendampingi dalam kegiatan tersebut.

Sabar Yudo Suroso menjelaskan bahwa peninjauan ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan Dewan Komisaris untuk memastikan kelancaran operasional dan distribusi energi. Selain memeriksa kesiapan Integrated Terminal Tanjung Uban, mereka juga berdiskusi mengenai pengamanan objek vital nasional dengan TNI Angkatan Laut serta meninjau program pemberdayaan masyarakat.

Integrated Terminal Tanjung Uban, yang telah beroperasi hampir 100 tahun, merupakan salah satu terminal dengan aktivitas penerimaan dan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) serta Liquefied Petroleum Gas (LPG) yang signifikan. Sepanjang tahun 2025, terminal ini melayani sekitar 2.900 pergerakan kapal. Dengan luas lahan 247 hektare, terminal ini memiliki kapasitas penyimpanan BBM sebesar 401.000 kiloliter (KL) dan LPG 93.500 metrik ton (MT). Penyaluran BBM dari Tanjung Uban mencakup wilayah pesisir timur Sumatera, khususnya bagian utara dan selatan, serta Kalimantan Barat.

Kadek Ambara Jaya menambahkan bahwa tingginya aktivitas kapal dan luasnya area penyaluran menegaskan peran penting Integrated Terminal Tanjung Uban dalam kelancaran distribusi energi. Kunjungan ini juga menjadi forum bagi manajemen untuk memahami tantangan operasional yang dihadapi pekerja di lapangan. Ia menekankan pentingnya menjaga kesiapan fasilitas, keandalan operasional, dan pengamanan objek vital nasional demi kelancaran distribusi energi kepada masyarakat.

Rangkaian kunjungan dilanjutkan dengan pertemuan di Satdik 1 Tanjung Uban untuk membahas sinergi pengamanan objek vital nasional dan dukungan terhadap distribusi energi bersama jajaran TNI Angkatan Laut. Setelah itu, rombongan meninjau langsung pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat di Kampung Bahari Si Pelaut.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.