bytedaily
Senin, 06 Juli 2026 - 09:24 WIB

EasyJet Sebut Potensi Tawaran Pengambilalihan 'Oportunistik'

Redaksi 02 Juni 2026 12 views
EasyJet Sebut Potensi Tawaran Pengambilalihan 'Oportunistik'
Ilustrasi visual (Sumber: bbc.com)

bytedaily - Dilansir dari bbc.com, maskapai penerbangan berbiaya rendah EasyJet menyebut pendekatan pengambilalihan yang potensial dari sebuah perusahaan Amerika Serikat sebagai tindakan yang 'sangat oportunistik'.

Dana investasi Castlelake mengungkapkan pada Jumat malam bahwa mereka sedang dalam tahap awal mempertimbangkan tawaran untuk maskapai yang berbasis di Luton tersebut, namun belum menghubungi dewan direksi perusahaan.

Castlelake memiliki sekitar 2,14% saham di EasyJet melalui dana yang mereka kelola, dan menilai maskapai tersebut setidaknya senilai £3,06 miliar ($3,89 miliar).

Maskapai tersebut menyatakan bahwa minat pengambilalihan datang pada saat harga sahamnya tertekan akibat kekhawatiran mengenai dampak perang Iran terhadap sektor penerbangan.

EasyJet pada Senin menyatakan, "Dewan mencatat waktu yang sangat oportunistik ketika harga saham EasyJet tertekan sementara waktu karena situasi saat ini di Timur Tengah dan dampaknya terhadap kepercayaan pelanggan serta harga bahan bakar jet."

Perusahaan Amerika tersebut mengatakan bahwa tawaran apa pun akan bernilai 'tidak kurang dari' 403,23 pence per saham.

Saham ditutup pada Jumat di angka 398 pence per saham, sebelum pengumuman dibuat, dan melonjak hingga 12% pada pembukaan perdagangan Senin.

Namun, saham tersebut tercatat turun lebih dari 30% dalam setahun terakhir sebelum berita mengenai potensi tawaran muncul.

EasyJet menyoroti posisi keuangannya yang kuat dan menyatakan tetap fokus pada target jangka menengahnya untuk menghasilkan laba sebelum pajak lebih dari £1 miliar ($1,27 miliar).

Maskapai tersebut juga mencatat 'tantangan peraturan, keuangan, dan pelaksanaan lainnya yang cukup besar terkait dengan potensi pengambilalihan EasyJet'.

Namun, maskapai tersebut menambahkan bahwa mereka memiliki kewajiban untuk memaksimalkan nilai pemegang saham dan akan 'mempertimbangkan proposal apa pun, jika diajukan'.

Castlelake memiliki waktu hingga pukul 17:00 BST pada 26 Juni untuk mengajukan tawaran resmi atau menarik diri sesuai dengan aturan pengambilalihan Inggris.

Perusahaan tersebut sebelumnya telah melakukan pembicaraan pada Januari dengan maskapai penerbangan AS yang bangkrut, Spirit Airlines, mengenai potensi pengambilalihan.

Castlelake juga sebelumnya pernah menyelamatkan maskapai Skandinavia yang bangkrut, SAS, dan kemudian menjual sahamnya kepada Air France-KLM.

Dalam hasil interim bulan lalu, EasyJet melaporkan bahwa pemesanan penerbangan musim panas lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu karena ketidakpastian yang disebabkan oleh konflik di Timur Tengah.

Maskapai ini membukukan kerugian sebelum pajak semester pertama sebesar £552 juta ($700 juta), dibandingkan dengan kerugian £401 juta ($510 juta) setahun sebelumnya.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi bbc.com.