bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, menekankan pentingnya Bank Indonesia (BI) untuk tetap menjaga independensinya di tengah upaya penguatan sinergi dengan pemerintah. Menurut Josua, sinergi yang terjalin antara BI dan pemerintah tidak berarti bahwa bank sentral harus berada dalam posisi subordinasi atau di bawah kendali pihak lain.
Josua menjelaskan bahwa sinergi kebijakan antara BI dan pemerintah seharusnya berjalan dalam posisi yang setara. Ia menyoroti keunggulan BI yang memiliki bauran kebijakan, yang memungkinkan bank sentral untuk menjalankan kebijakan moneter sekaligus memanfaatkan instrumen makroprudensial, sistem pembayaran, dan pendalaman pasar keuangan. Fleksibilitas ini dinilai membuat BI lebih lincah dalam merespons dinamika ekonomi.
Lebih lanjut, Josua mengingatkan bahwa fleksibilitas tersebut tetap harus mempertimbangkan stabilitas nilai tukar rupiah. Ia mencatat bahwa defisit transaksi berjalan (current account deficit) saat ini berada di kisaran 3 persen, yang merupakan level terendah sejak tahun 2018. Selain itu, ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga acuan Federal Reserve (The Fed) pada tahun mendatang juga menjadi faktor yang perlu diperhitungkan, yang berpotensi membatasi ruang penurunan suku bunga BI dalam jangka pendek.
Josua berharap agar proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) bagi calon Gubernur BI, Destry Damayanti, nantinya dapat memperkuat independensi BI. Ia juga mengusulkan agar koordinasi dan sinergi dengan pemerintah dapat lebih ditingkatkan, salah satunya melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).
Di sisi lain, Josua mengingatkan bahwa dukungan terhadap perekonomian tidak semata-mata bergantung pada kebijakan fiskal dan moneter. Reformasi struktural di berbagai kementerian dan lembaga juga memegang peranan krusial. Ia berharap dengan calon-calon Anggota Dewan Gubernur BI yang baru, koordinasi dalam KSSK dapat semakin efektif.
Sebelumnya, Calon Gubernur BI, Destry Damayanti, telah memaparkan lima inisiatif strategis yang akan dijalankannya untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI, Destry mengusung tema "Bank Indonesia: Sinergi Merah Putih untuk Kesejahteraan Rakyat Indonesia: Stabilitas, Tumbuh dan Berkelanjutan". Visi Destry adalah menjadikan BI sebagai lembaga yang relevan dalam merespons tantangan serta kredibel dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Ia menekankan bahwa keberhasilan BI dalam menjalankan berbagai kebijakan tidak dapat dicapai sendiri, melainkan memerlukan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan.