bytedaily - PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menegaskan komitmen ekspornya ke pasar Timur Tengah tidak berubah, meskipun situasi geopolitik di kawasan tersebut memanas dan menyebabkan kendala logistik. Nandi Julyanto, Presiden Direktur TMMIN, menyatakan bahwa produksi kendaraan tetap berjalan normal sesuai pesanan dari pasar ekspor.
Namun, proses pengiriman terpaksa dihentikan sementara karena gangguan pada jalur pelayaran. Akibatnya, Toyota Indonesia menyiapkan area penampungan di perkebunan stok untuk menyimpan sementara kendaraan yang telah diproduksi sambil menunggu kondisi pengiriman membaik. Perusahaan belum dapat memastikan berapa lama penundaan ini akan berlangsung karena kapal pengangkut belum beroperasi menuju kawasan tersebut. Sebagai solusi sementara, pengiriman komponen atau suku cadang dilakukan melalui jalur udara, sementara perusahaan juga menjajaki kemungkinan rute pengiriman alternatif.