bytedaily
Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:44 WIB

El Nino Berisiko Menghambat Distribusi BBM di Sejumlah Daerah

Redaksi 23 Oktober 2026 5 views
El Nino Berisiko Menghambat Distribusi BBM di Sejumlah Daerah
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan cnnindonesia.com, kekeringan ekstrem akibat El Nino dapat menghambat penyaluran bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan, kekeringan menyebabkan pendangkalan parah di sejumlah sungai yang menjadi jalur kapal pengangkut BBM.

Akibat kondisi tersebut, PT Pertamina (Persero) mengalihkan sebagian distribusi dari jalur air ke transportasi darat. Bahlil menyampaikan pengiriman melalui jalur darat membutuhkan waktu lebih lama. Ia mengatakan upaya maksimal akan dilakukan untuk mencegah dampak yang tidak diinginkan.

Kepala Pusat Energi dan Pangan Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Abra Talattov, menilai kekeringan dan pendangkalan sungai berpotensi mengganggu distribusi BBM, terutama di wilayah yang bergantung pada transportasi sungai.

Menurut Abra, penggunaan jalur darat dapat menambah beban operasional karena membutuhkan armada tambahan, biaya lebih besar, serta waktu pengiriman yang lebih panjang. Gangguan itu berisiko menunda pasokan dan menyebabkan kelangkaan BBM di sejumlah daerah.

Abra mengatakan hambatan distribusi BBM dapat berdampak pada sektor produksi, transportasi, dan perdagangan. Ia mencontohkan, pasokan solar yang tersendat bisa menghambat angkutan logistik dan penggunaan mesin pertanian, sehingga biaya produksi serta distribusi barang meningkat. Risiko tersebut, katanya, bertambah karena El Nino juga dapat mengganggu produksi pangan.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.