bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan mereka meraih gelar juara China Open 2026. Pencapaian ini merupakan gelar 'back to back champion' setelah sebelumnya mereka juga menjuarai Japan Open 2026.
Fajar/Fikri berhasil mengukuhkan diri sebagai juara Japan Open 2026 pada tanggal 19 Juli, dan hanya berselang sepekan, tepatnya pada 26 Juli 2026, mereka kembali meraih podium tertinggi di turnamen BWF level 100, China Open 2026.
Kedua gelar bergengsi ini diraih Fajar/Fikri setelah melalui pertandingan final yang sengit melawan ganda putra peringkat satu dunia asal Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae.
"Kami mengucapkan syukur alhamdulillah diberikan kelancaran dan kemenangan serta hasil maksimal di China Open ini, back to back juara juga setelah Japan Open," ujar Fajar dalam rilis resmi PBSI.
Fajar mengakui bahwa pertandingan final di China Open tidaklah mudah. Ia dan pasangannya, yang kini menempati peringkat dua dunia, merasa kelelahan setelah berjuang keras di pekan sebelumnya melawan lawan yang sama.
"Di pertandingan tadi memang tidak mudah melawan ganda nomor satu dunia, mereka bermain sangat all out, berani mencoba semuanya, agak berbeda dengan pekan lalu," jelas Fajar. Ia menambahkan, "Kami sebenarnya sudah sisa-sisa tenaga, dua minggu yang sangat melelahkan, tapi kami coba terus bertahan, mencari cara bagaimana untuk memenangkan pertandingan."
Sementara itu, Muhammad Shohibul Fikri merasa penampilannya di lapangan kurang optimal dan mengandalkan kecepatan serta ketepatan Fajar. Meskipun demikian, Fajar tidak menunjukkan kekecewaan dan terus memberikan dukungan.
"Jujur saya tidak merasa meng-cover Fajar hari ini. Malah saya merasa sangat dibimbing tadi. Jika saya melakukan banyak kesalahan, dia tidak pernah menggerutu, tidak pernah menghakimi saya," ungkap Fikri.