bytedaily - Melansir laporan dari rctiplus.com, Formasi Durupınar di Provinsi Ağrı, Turki timur, kembali menarik perhatian karena bentuknya menyerupai kapal dan kerap dikaitkan dengan Bahtera Nuh. Namun, hingga kini belum ada konfirmasi arkeologis yang diterima luas bahwa struktur tersebut merupakan bahtera yang dimaksud.
Penelitian terhadap formasi itu perlu membedakan petunjuk awal dan bukti yang dapat diverifikasi. Anomali pada citra radar, misalnya, tidak serta-merta menunjukkan keberadaan kapal kuno. Perbedaan kepadatan batuan, retakan, komposisi tanah, serta proses geologis alami juga dapat menghasilkan pola di bawah permukaan.
Karena itu, data dari beragam metode perlu dibandingkan dan divalidasi melalui analisis sampel. Pengeboran inti dapat membantu peneliti memeriksa material di lapisan bawah tanah, bukan hanya mengandalkan citra atau penafsiran bentuk.
Formasi Durupınar pertama kali teridentifikasi melalui citra survei udara pada 1959. Sejak itu, sejumlah ekspedisi berusaha menghubungkannya dengan kisah Bahtera Nuh. Perkembangan penyelidikan tersebut masih perlu ditindaklanjuti dengan bukti yang dapat diuji sebelum formasi itu bisa dinyatakan sebagai bahtera.