bytedaily - Melansir laporan cnnindonesia.com, fisikawan asal Belgia Francis Halzen menerima Hadiah Nobel Fisika 2026 atas kontribusinya dalam mengembangkan observatorium di Antarktika untuk mendeteksi neutrino. Royal Swedish Academy of Sciences mengumumkan penghargaan tersebut di Stockholm, Swedia, pada Selasa (6/10).
Ketua Komite Nobel Fisika Mark Pearce mengatakan Halzen memimpin tim peneliti dan insinyur internasional dalam membangun instrumen yang membuka peluang bagi jenis astronomi baru. Atas penghargaan itu, Halzen memperoleh 12 juta krona Swedia atau sekitar Rp21,9 miliar.
Dalam konferensi pers setelah menerima penghargaan, Halzen berharap Nobel tersebut turut mencerminkan keberanian orang-orang yang bergabung pada tahap awal proyek, saat sejumlah fisikawan senior tidak bersedia ikut serta.
Halzen adalah fisikawan partikel dari Universitas Wisconsin-Madison, Amerika Serikat. Ia memimpin pengembangan IceCube Neutrino Observatory. Gagasan membangun observatorium di Kutub Selatan itu ia sampaikan pada 1988, setelah menyadari es glasial yang jernih dapat digunakan untuk menangkap kilatan cahaya dari tumbukan neutrino.
Dalam pembangunan IceCube, tim memasang ribuan kilometer detektor cahaya berukuran sebesar bola basket di dalam satu kilometer kubik es. Perangkat tersebut dirancang untuk menangkap kilatan redup yang muncul ketika neutrino dari luar angkasa menabrak inti atom. Lokasi Antarktika dipilih karena jauh dari sumber gangguan dan risiko getaran gempa bumi, meskipun lingkungannya berat bagi tim.
Neutrino merupakan partikel bermassa yang sangat melimpah di alam semesta. Partikel ini dihasilkan, antara lain, ketika inti atom bergabung atau terpisah, tetapi hampir tidak berinteraksi dengan materi lain. Karena sifatnya itu, neutrino kerap disebut partikel seperti hantu dan dipandang sebagai pembawa pesan dari kosmos.
IceCube mendeteksi neutrino ekstraterestrial berenergi tinggi untuk pertama kalinya pada 2013. Para peneliti kemudian mengidentifikasi sumber kosmik neutrino pertama yang berjarak 3,7 miliar tahun. Pengamatan neutrino menambah cara untuk mempelajari kosmos, selain melalui cahaya, radiasi elektromagnetik lain, dan gelombang gravitasi, serta memberi petunjuk mengenai evolusi alam semesta.