bytedaily
Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:24 WIB

Game 'June's Journey' Libatkan Pemain Cari Artefak Sejarah yang Hilang

Redaksi 22 Juli 2026 15 views
Game 'June's Journey' Libatkan Pemain Cari Artefak Sejarah yang Hilang
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, developer game Wooga melalui permainan 'June's Journey' mengajak para pemainnya untuk berpartisipasi dalam pencarian artefak bersejarah peninggalan Perang Revolusi Amerika Serikat melalui mekanisme perburuan harta karun virtual. Inisiatif ini diharapkan dapat memicu penemuan artefak serupa di dunia nyata.

Game 'June's Journey' merupakan permainan teka-teki bergenre pencarian objek tersembunyi (hidden object) yang berlatar di New York era 1920-an. Pemain akan berperan sebagai June Parker, seorang detektif amatir yang bertugas memecahkan berbagai kasus kejahatan. Game gratis ini telah diunduh lebih dari 50 juta kali di Google Play Store.

Menurut informasi dari cnnindonesia.com, Wooga berkolaborasi dengan para sejarawan, museum, galeri seni, serta keturunan pemilik asli artefak untuk menghadirkan kembali benda-benda bersejarah yang hilang ke dalam permainan untuk jangka waktu tertentu. Beberapa objek bersejarah yang dimasukkan ke dalam game mencakup lukisan 'Sleeping Lady with Black Vase' karya Robert Bereny, topi militer berhiaskan tiga bulu burung unta, kain sulam bersejarah yang menggambarkan kediaman Jenderal William Alexander (Lord Stirling), serta jas militer merah milik tentara Inggris.

Ide di balik program ini, sebagaimana diungkap oleh Ben O'Donnell, sutradara game June's Journey, terinspirasi dari kisah nyata pada tahun 2009. Saat itu, sejarawan seni asal Hungaria, Gergely Barki, menemukan lukisan langka yang telah hilang puluhan tahun, 'Sleeping Lady with Black Vase' karya Robert Bereny, secara tidak sengaja di latar belakang sebuah film anak-anak.

Wooga menggandeng Don Hagist, seorang sejarawan dan editor Journal of the American Revolution, dalam perancangan program ini. Pemain atau masyarakat umum yang merasa menemukan atau memiliki benda yang menyerupai artefak yang ditampilkan dalam game dapat mengirimkan bukti melalui saluran khusus yang disediakan. Don Hagist beserta tim pakar akan menindaklanjuti dan memverifikasi keaslian temuan tersebut.

O'Donnell menjelaskan bahwa beberapa benda bersejarah mungkin tidak dicuri, melainkan hanya tersimpan di loteng rumah warga atau museum kota kecil tanpa disadari nilainya. Tujuannya adalah untuk mengedukasi publik mengenai sejarah dan bentuk benda-benda tersebut, dengan harapan dapat memicu ingatan atau penemuan.

Arthur Brand, seorang pakar kejahatan seni internasional, menyambut baik langkah ini. Ia berpendapat bahwa publikasi melalui game populer seperti 'June's Journey' berpotensi besar untuk meningkatkan minat masyarakat umum dan generasi muda terhadap sejarah, sekaligus membuka peluang ditemukannya kembali benda-benda bersejarah yang telah lama hilang.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.