bytedaily - Menurut informasi dari ekonomi.republika.co.id, Chief Commercial Officer Saudia Airlines, Arved von zur Muehlen, menyatakan bahwa penandatanganan Joint Business Framework Agreement dengan Garuda Indonesia menjadi dasar penting untuk menyatukan jaringan dan meningkatkan konektivitas penerbangan antara kedua maskapai. Muehlen mengungkapkan harapannya agar kerja sama ini dapat memperluas akses perjalanan bagi penumpang dari Indonesia ke berbagai destinasi global, serta sebaliknya.
Arved von zur Muehlen menyebutkan bahwa perjanjian ini merupakan tonggak bersejarah bagi Saudia Airlines dan Garuda Indonesia. Ia menambahkan bahwa kolaborasi ini akan menjadi langkah awal menuju kemitraan yang lebih mendalam dan memberikan keuntungan bagi para pelanggan. Setelah proses antitrust immunity selesai, kedua maskapai dapat mulai melakukan penyesuaian jadwal dan jaringan penerbangan.
Lebih lanjut, Muehlen menjelaskan bahwa Saudia akan menawarkan pilihan perjalanan yang lebih beragam bagi pelanggan Garuda menuju beberapa wilayah. Ia menekankan bahwa kekuatan gabungan dari kedua maskapai terletak pada jaringan yang saling melengkapi, yang dapat dikembangkan menjadi konektivitas yang lebih luas. "Kami akan memberikan akses untuk masyarakat Indonesia dari Garuda ke Eropa, Afrika, Timur Tengah, dan tentu saja Arab Saudi," ujarnya.
Muehlen juga menilai Indonesia sebagai pasar yang sangat strategis bagi Saudia, terutama mengingat statusnya sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Ia menambahkan bahwa hubungan yang telah terjalin melalui perjalanan umrah dan haji menjadi fondasi yang kuat untuk membawa kemitraan ini ke jenjang berikutnya.
Dalam kerangka kerja sama ini, kedua maskapai juga akan merencanakan jaringan penerbangan yang lebih terintegrasi. Salah satu fokus utama adalah memastikan kemudahan koneksi bagi penumpang, termasuk kemungkinan penempatan operasional di terminal yang sama untuk meminimalkan perpindahan terminal saat transit.