bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Gedung Putih telah mengajukan permintaan kepada OpenAI untuk membatasi peluncuran model kecerdasan buatan (AI) terbarunya, GPT 5.6. Pemerintah Amerika Serikat (AS) menginginkan agar akses terhadap model AI yang dinilai memiliki kecanggihan luar biasa ini hanya diberikan kepada sejumlah mitra terpilih yang telah mendapatkan persetujuan resmi dari pemerintah.
Menurut sumber yang mengetahui perkembangan ini, baik OpenAI maupun pemerintah memandang bahwa kemampuan GPT 5.6 setara dengan model AI Claude Mythos dari Anthropic, yang sebelumnya juga sempat dibatasi oleh AS setelah dirilis. CNN melaporkan bahwa OpenAI telah menyetujui pembatasan ini sebagai solusi sementara, memungkinkan perilisan bertahap ke publik di tengah belum adanya regulasi federal yang jelas untuk model-model AI baru.
Kabar mengenai permintaan dari pemerintahan AS ini pertama kali diungkap oleh The Information, yang mengutip memo internal dari CEO OpenAI, Sam Altman, kepada para karyawannya. Dalam memo tersebut, Altman menjelaskan bahwa pemerintah meninjau dan menyetujui akses secara selektif, seraya menegaskan bahwa sistem perizinan ketat seperti ini bukanlah model jangka panjang yang diinginkan OpenAI. Ia menyatakan komitmen OpenAI untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah dan pelaku industri guna mencari pendekatan yang lebih berkelanjutan.
Seorang pejabat Gedung Putih mengonfirmasi kolaborasi dengan para pengembang AI untuk merumuskan pendekatan bersama dalam menghadapi pesatnya perkembangan teknologi ini. OpenAI dalam pengumuman resminya juga membenarkan adanya pembatasan rilis GPT 5.6 atas permintaan pemerintah, namun perusahaan berharap dapat merilis model ini secara luas dalam beberapa minggu mendatang sambil terus menyusun aturan main yang jelas dengan pemerintah untuk peluncuran selanjutnya.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump telah menandatangani perintah eksekutif yang mewajibkan perusahaan AI dengan model canggih menyerahkan produk mereka untuk ditinjau pemerintah 30 hari sebelum dirilis. Namun, sistem teknis untuk implementasi aturan tersebut belum terbentuk, sehingga menimbulkan kebingungan mengenai lembaga yang berwenang mengatur regulasi AI, seperti halnya permintaan pembatasan akses GPT 5.6 yang datang dari Gedung Putih, sementara larangan ekspor untuk Anthropic dikeluarkan oleh Departemen Perdagangan.