bytedaily
Jumat, 03 April 2026

Google dan Meta Dukung PP Tunas, Angkat Bicara soal Pembatasan Akses Pengguna Muda

Redaksi 28 Maret 2026 17 views
Google dan Meta Dukung PP Tunas, Angkat Bicara soal Pembatasan Akses Pengguna Muda
Ilustrasi: Google dan Meta Dukung PP Tunas, Angkat Bicara soal Pembatasan Akses Pengguna Muda

bytedaily - Perusahaan teknologi raksasa, Google dan Meta, menyambut baik penerapan Peraturan Pemerintah (PP) Tunas, terutama terkait metode penilaian mandiri berbasis risiko. Namun, kedua perusahaan menyuarakan kekhawatiran mengenai potensi dampak negatif dari pembatasan akses secara menyeluruh bagi pengguna di bawah usia 16 tahun.

Google menekankan pentingnya ruang aman bagi anak-anak untuk belajar dan mengeksplorasi di dunia digital, serta mengklaim telah mengembangkan berbagai teknologi dan sistem perlindungan selama lebih dari satu dekade tanpa harus membatasi total akses pengguna muda. Pendekatan berbasis risiko dianggap lebih efektif daripada pelarangan total, karena dapat mendorong pengembangan fitur perlindungan yang terintegrasi dan pengalaman digital yang sesuai usia, sekaligus memberdayakan pengawasan orang tua.

Perusahaan teknologi tersebut menyatakan bahwa fitur pengawasan yang mereka kembangkan, seperti pengaturan durasi YouTube Shorts, verifikasi usia berbasis AI, dan pengelolaan waktu layar melalui Family Link, telah digunakan secara luas oleh keluarga di Indonesia. Google berpendapat bahwa pembatasan akun secara menyeluruh bagi anak di bawah 16 tahun justru berisiko menghilangkan akses terhadap fitur-fitur perlindungan ini, yang dapat melemahkan sistem pengawasan yang ada.

YouTube juga disorot sebagai pilar pembelajaran digital di Indonesia, yang dinilai berperan penting dalam memperluas akses pendidikan, terutama bagi siswa di daerah terpencil. Kontribusi ekosistem kreator edukasi atau "edukreator" juga disinggung sebagai pendukung pembelajaran dan penciptaan lapangan kerja.

Google mendorong dialog berkelanjutan dengan pemerintah dan pelaku industri dalam penyusunan kebijakan yang transparan, serta menyatakan kesiapan untuk berpartisipasi dalam implementasi PP Tunas melalui mekanisme penilaian mandiri.

Meta, selaku induk perusahaan Facebook dan Instagram, juga menyatakan komitmennya untuk mematuhi aturan pemerintah dan akan terus berdiskusi dengan Komite Perlindungan Digital Anak (Komdigi). Perusahaan telah meluncurkan "Akun Remaja" di Indonesia untuk Instagram dan Facebook, yang menawarkan pengalaman yang dirancang khusus untuk remaja dengan perlindungan terintegrasi terkait interaksi daring, konten, dan produktivitas waktu.