bytedaily
Rabu, 20 Mei 2026 - 03:02 WIB

Google Luncurkan Universal Cart untuk Kelola Belanja di Seluruh Internet

Redaksi 20 Mei 2026 4 views
Google Luncurkan Universal Cart untuk Kelola Belanja di Seluruh Internet
Ilustrasi visual (Sumber: techcrunch.com)

bytedaily - Dilansir dari techcrunch.com, Google memperkenalkan Universal Cart, sebuah platform terpusat untuk mengelola aktivitas belanja pengguna di seluruh internet. Pengumuman ini disampaikan pada acara I/O, di mana Google juga memperbarui Protokol Pembayaran Agen (Agent Payments Protocol/AP2) dan mengisyaratkan integrasi teknologi ini ke dalam produk Google dalam beberapa bulan mendatang, yang memungkinkan pengguna memberikan otorisasi kepada agen AI untuk melakukan pembayaran atas nama mereka.

Langkah ini menandai upaya Google untuk mengubah asisten AI dari sekadar alat pemberi rekomendasi pasif menjadi partisipan aktif dalam perdagangan daring. Dengan meluncurkan sistem belanja terpusat dan membangun infrastruktur yang memungkinkan agen perangkat lunak menyelesaikan pembelian secara mandiri, Google memposisikan diri untuk mengontrol lebih banyak aspek dalam perjalanan belanja konsumen serta hubungan antara konsumen dan pedagang.

Melalui Universal Cart, pengguna dapat menambahkan produk yang mereka pertimbangkan dari berbagai sumber di Google, baik saat mencari di Search, berinteraksi dengan Gemini, menonton YouTube, maupun membaca Gmail. Setelah item ditambahkan, Universal Cart akan melacak penawaran, memantau penurunan harga, menampilkan wawasan riwayat harga, dan memberi tahu pengguna ketika stok barang kembali tersedia.

Fitur ini dirancang berdasarkan pemahaman Google bahwa kebanyakan orang berbelanja di berbagai perangkat, melalui banyak pengecer, dan dalam rentang waktu yang panjang. Universal Cart juga memanfaatkan AI untuk membantu pembeli membuat keputusan yang lebih baik. Misalnya, saat merakit PC kustom pertama, pengguna dapat menambahkan komponen dari berbagai pedagang ke dalam satu keranjang, dan Google dapat menandai masalah kompatibilitas, seperti ketidakcocokan prosesor dengan motherboard, serta menyarankan alternatif.

Bagi pelancong sering atau pengguna yang memaksimalkan poin reward, fitur ini dapat menampilkan penghematan tersembunyi dan membantu memaksimalkan perolehan poin berkat integrasinya dengan Google Wallet. Berkat Protokol Perdagangan Universal (Universal Commerce Protocol/UCP) standar terbuka dari Google, pengguna dapat melakukan checkout langsung melalui Google dengan pedagang yang berpartisipasi, atau mentransfer item mereka ke situs pedagang untuk menyelesaikan pembelian di sana.

Universal Cart mulai diluncurkan di Amerika Serikat hari ini dan akan tersedia di aplikasi Gemini pada musim panas ini, diikuti oleh YouTube dan Gmail. Google juga mengumumkan bahwa UCP akan diperluas ke kategori lain, seperti hotel dan layanan pengiriman makanan lokal. Pengalaman yang didukung UCP juga akan meluas dari Amerika Serikat ke Kanada dan Australia dalam beberapa bulan mendatang, dan kemudian ke Inggris.

Pengumuman yang lebih signifikan bagi industri perdagangan mungkin adalah AP2, protokol Google yang dirancang untuk memungkinkan agen AI melakukan pembayaran secara aman atas nama pengguna dalam batas yang ditentukan. Di I/O, Google merinci batasan yang dapat ditetapkan pengguna, termasuk menentukan merek dan produk yang diinginkan, serta batas pengeluaran. Ketika kondisi tersebut terpenuhi, agen akan melakukan pembelian secara otomatis.

Google menyatakan akan mengintegrasikan AP2 ke dalam produknya sendiri dalam beberapa bulan mendatang. Integrasi tersebut akan memberikan visibilitas langsung kepada Google mengenai apa yang ditemukan, dipertimbangkan, dan akhirnya dibeli oleh konsumen, sebuah tingkat pengaruh komersial yang akan diawasi dengan cermat oleh para peritel dan pemroses pembayaran.

Secara teknis, AP2 menciptakan tautan yang transparan dan terverifikasi antara pengguna, pedagang, dan pemroses pembayaran, dengan enkripsi yang melindungi data pengguna di seluruh proses. Protokol ini juga mencakup catatan digital yang tidak dapat diubah untuk memastikan agen selalu bertindak atas nama pengguna, serta jejak audit permanen yang dapat dirujuk oleh pembeli dan penjual untuk pengembalian barang atau perselisihan.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi techcrunch.com.