bytedaily - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memberikan sinyal positif kepada investor global di sela-sela IMF Spring Meeting 2026 di Amerika Serikat, menegaskan bahwa bauran kebijakan ekonomi Indonesia berada pada jalur yang tepat. Pernyataan ini disampaikan di tengah forum internasional yang membahas tantangan ekonomi global yang semakin kompleks, termasuk fragmentasi, ketegangan geopolitik, dan volatilitas pasar keuangan.
Dalam paparannya, Perry Warjiyo menjelaskan bahwa strategi BI berfokus pada penguatan stabilitas eksternal melalui pengelolaan suku bunga, intervensi nilai tukar, dan peningkatan likuiditas domestik. Kebijakan moneter ini didukung oleh komitmen pemerintah dalam menjaga defisit fiskal di bawah 3% Produk Domestik Bruto (PDB) melalui reformasi subsidi dan efisiensi anggaran. Ia menekankan pentingnya kebijakan yang konsisten, responsif, dan terkoordinasi antara otoritas moneter dan fiskal untuk menjaga daya tahan perekonomian Indonesia di tengah ketidakpastian global.
Penegasan ini disampaikan Perry dalam sesi diskusi yang juga menghadirkan pakar ekonomi internasional, Profesor Jeffrey A. Frankel dan M. Chatib Basri. Diskusi tersebut menggarisbawahi meningkatnya frekuensi dan kesulitan prediksi guncangan global yang berpotensi menekan ekonomi dunia. Gubernur BI menambahkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat, didukung oleh pertumbuhan yang solid, inflasi yang terkendali, serta sinergi kebijakan yang erat dengan pemerintah. BI berkomitmen untuk terus memperkuat komunikasi dengan investor global guna menjaga persepsi pasar yang positif dan mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.