bytedaily
Sabtu, 17 Oktober 2026 - 02:14 WIB

Harga BBM Pertamina, Shell, dan Vivo per 1 Oktober 2026

Redaksi 01 Oktober 2026 14 views
Harga BBM Pertamina, Shell, dan Vivo per 1 Oktober 2026
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan ekonomi.republika.co.id, harga BBM di sejumlah SPBU Indonesia belum banyak berubah pada Kamis (1/10/2026). Di wilayah DKI Jakarta dan sejumlah daerah, Pertamina menjual Pertalite Rp 10.000 per liter dan Pertamax Rp 15.950 per liter.

Di SPBU swasta, Shell V-Power Diesel dibanderol Rp 25.420 per liter. Sementara itu, Vivo menjual Revvo 92 seharga Rp 16.130 per liter, Revvo 95 Rp 19.330 per liter, dan Diesel Primus Rp 25.420 per liter.

Stabilnya harga BBM tersebut terjadi saat harga minyak mentah dunia menguat pada perdagangan terakhir September. Reuters melaporkan harga minyak naik sekitar 1 dolar AS per barel pada Rabu (30/9/2026), di tengah mandeknya pembicaraan damai Amerika Serikat-Iran dan mengetatnya pasar bahan bakar AS.

Kontrak Brent pengiriman November yang berakhir pada perdagangan itu naik 91 sen atau 0,9 persen menjadi 103,50 dolar AS per barel. Kontrak Brent Desember, yang lebih aktif, meningkat 1,87 dolar AS atau 1,9 persen menjadi 98,03 dolar AS per barel. Minyak WTI AS ditutup naik 1,04 dolar AS atau 1,2 persen ke posisi 90,42 dolar AS per barel. Sepanjang September, Brent menguat sekitar 14 persen dan WTI sekitar 5 persen.

Berdasarkan informasi harga yang berlaku per 1 Oktober, Pertamina belum mengubah harga BBM nonsubsidi. Harga tersebut masih mengacu pada ketetapan sejak awal September 2026. Di DKI Jakarta, Biosolar sebagai BBM bersubsidi dijual Rp 6.800 per liter.

Untuk BBM nonsubsidi Pertamina di DKI Jakarta, Pertamax Turbo dibanderol Rp 19.600 per liter, Pertamax Green 95 Rp 19.150 per liter, Dexlite Rp 23.700 per liter, dan Pertamina Dex Rp 25.200 per liter. Harga Pertamina di daerah lain dapat berbeda karena perbedaan PBBKB. Pertamax, misalnya, dijual Rp 15.150 per liter di kawasan FTZ Batam, Rp 16.300 per liter di sejumlah wilayah Sumatra dan Indonesia Timur, serta Rp 16.650 per liter di sejumlah wilayah Sumatra dan Kalimantan.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.