bytedaily
Sabtu, 17 Oktober 2026 - 00:40 WIB

Harga Cabai Rawit di Sumut Tembus Rp100 Ribu per Kg

Redaksi 02 Oktober 2026 15 views
Harga Cabai Rawit di Sumut Tembus Rp100 Ribu per Kg
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan cnnindonesia.com, harga cabai di pasar tradisional Sumatra Utara masih tinggi pada Kamis (1/10). Curah hujan yang tinggi mengganggu produksi dan distribusi, sementara permintaan turut memengaruhi harga.

Pengamat Ekonomi Sumatra Utara Gunawan Benjamin menyebut harga cabai rawit mencapai Rp100 ribu per kg. Cabai merah dijual Rp85 ribu hingga Rp90 ribu per kg, cabai hijau Rp60 ribu per kg, dan cabai caplak Rp95 ribu per kg. Berdasarkan pengamatannya di pasar tradisional Deliserdang, Medan, dan Langkat, harga cabai cenderung naik. Di Langkat, harga cabai rawit mencapai Rp100 ribu per kg.

Gunawan menjelaskan, kenaikan harga cabai merah mendorong peralihan permintaan ke jenis cabai lain sehingga harga cabai hijau, rawit, dan caplak ikut terdorong. Curah hujan tinggi juga menghambat produksi dan distribusi. Ia menambahkan, penurunan pasokan serta ketidakpastian ketersediaan cabai ke depan turut membayangi konsumen.

Menurut Gunawan, sejumlah sentra produksi cabai di Sumut telah melewati masa panen, sedangkan permintaan dari luar provinsi masih relatif konsisten. Jika pasokan baru belum mengimbangi kebutuhan pasar, tekanan harga berpotensi berlanjut. Perbedaan kondisi cuaca antara Sumut dan sejumlah wilayah lain juga membuat proyeksi harga sulit dipastikan.

Gunawan memperkirakan kenaikan harga cabai akan membebani usaha kuliner, termasuk penjual ayam penyet yang juga menghadapi harga daging ayam yang belakangan bertahan mahal. Ia mengatakan daya beli masyarakat tertekan. Pada awal Oktober 2026, cabai disebut menjadi ancaman inflasi karena merupakan komoditas penting dalam bumbu masakan. Rumah tangga dapat menyesuaikan menu dengan daya beli, sementara usaha kuliner berpeluang mengurangi porsi sambal.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.