bytedaily
Selasa, 19 Mei 2026 - 09:27 WIB

Harga Jagung Menguat di Pertengahan Hari Senin

Redaksi 06 Mei 2026 12 views
Harga Jagung Menguat di Pertengahan Hari Senin
Ilustrasi visual (Sumber: finance.yahoo.com)

bytedaily - Dilansir dari finance.yahoo.com, harga berjangka jagung diperdagangkan menguat 4 hingga 5 ¼ sen pada pertengahan hari Senin. Terdapat 311 pengiriman yang diterbitkan terhadap kontrak berjangka Mei pada Jumat malam. Rata-rata harga jagung tunai nasional CmdtyView naik 4 3/4 sen pada hari itu menjadi $4,44 ¾.

Data Inspeksi Ekspor menunjukkan pengiriman jagung sebesar 2,028 juta metrik ton (79,84 juta gantang) dalam pekan yang berakhir pada 30 April. Angka ini naik 22,41% dari pekan sebelumnya dan 25,43% lebih besar dibandingkan pekan yang sama tahun lalu. Meksiko menjadi tujuan utama dengan 437.165 metrik ton, diikuti oleh Jepang dengan 313.658 metrik ton dan Kolombia dengan 302.990 metrik ton. Total pengiriman tahun pemasaran mencapai 55,482 juta metrik ton (2,184 miliar gantang), yang naik 30,47% dibandingkan tahun sebelumnya.

Data Penggilingan Biji-bijian Bulanan dari NASS menunjukkan 474,4 juta gantang jagung digunakan dalam produksi etanol pada bulan Maret. Angka ini merupakan peningkatan 10,2% dari Februari dan 4,76% lebih besar dibandingkan tahun lalu. Total penggilingan jagung tahun pemasaran mencapai 3,225 miliar gantang, kini 20 juta gantang di atas angka tahun lalu pada periode yang sama.

Data CFTC mingguan menunjukkan dana kelolaan menambah 79.697 kontrak pada posisi net long mereka dalam kontrak berjangka dan opsi jagung pada pekan 28 April. Hal ini mengembalikan posisi net long mereka menjadi 264.103 kontrak. Penjualan produsen aktif dengan komersial menambah 89.919 kontrak pada posisi net short mereka menjadi 554.336 kontrak.

Perkiraan panen jagung Brasil adalah 137 juta metrik ton menurut StoneX, naik 1,3 juta metrik ton dari estimasi sebelumnya. Sebagian besar kenaikan tersebut berasal dari panen pertama, yang naik 1,14 juta metrik ton menjadi 28,32 juta metrik ton.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi finance.yahoo.com.