bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, harga minyak dunia kembali mengalami penurunan pada perdagangan Rabu (24/6), melanjutkan tren pelemahan yang terjadi sepanjang pekan ini. Penurunan ini dipicu oleh meningkatnya ekspektasi pasar terhadap pemulihan arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz.
Menurut informasi dari cnnindonesia.com, meredanya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran juga turut berkontribusi pada penurunan harga minyak dunia. Harga minyak mentah Brent tercatat turun 0,5 persen menjadi US$76,71 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melemah 0,5 persen ke level US$72,85 per barel.
Kedua jenis minyak acuan ini sebelumnya juga telah ditutup menguat hampir 1 persen pada perdagangan Selasa (23/6) dan sempat menyentuh level terendah sejak awal Maret. Tekanan terhadap harga minyak ini muncul setelah Washington memberikan keringanan sanksi selama 60 hari kepada Iran, menyusul pembicaraan damai awal antara kedua negara. Kebijakan tersebut membuka peluang bagi Iran untuk kembali menjual minyak ke pasar internasional.
Selain itu, informasi dari cnnindonesia.com juga menyebutkan bahwa meredanya konflik di Lebanon telah mengurangi kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi dari kawasan Timur Tengah. Ekonom Senior Mitsubishi UFJ Research and Consulting, Tomomichi Akuta, menyatakan bahwa optimisme pasar terhadap membaiknya hubungan AS dan Iran menjadi faktor utama yang menekan harga minyak.
Akuta menambahkan bahwa harga minyak berpotensi kembali ke level sebelum konflik jika negosiasi terkait program nuklir Iran menunjukkan kemajuan lebih lanjut. Dalam perkembangan terkait, Oman dan Iran pada Selasa telah sepakat untuk melanjutkan pembahasan mengenai pengelolaan pelayaran di Selat Hormuz di masa depan. Di sisi lain, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan bahwa setiap upaya Iran untuk mengenakan biaya transit di jalur tersebut akan melanggar hukum internasional.
Meskipun demikian, pasar masih mencermati keberlanjutan kesepakatan damai yang dicapai kedua negara. Presiden AS Donald Trump mengklaim Iran telah menyetujui inspeksi nuklir tanpa batas waktu, namun Teheran membantah telah memberikan konsesi tersebut dalam proses negosiasi. Selain perkembangan diplomatik, investor juga memantau kecepatan pemulihan ekspor minyak dari Timur Tengah. Data pelacakan kapal yang diperoleh cnnindonesia.com menunjukkan bahwa lalu lintas di Selat Hormuz mulai membaik, dengan tiga kapal tanker raksasa yang sebelumnya tertahan berhasil melintas pada Selasa.