bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa biaya yang dikeluarkan untuk menangani konflik dengan Iran mencapai sekitar 80 miliar dolar AS atau setara dengan Rp1.433 triliun. Namun, Trump menilai angka tersebut sangat kecil jika dibandingkan dengan keberhasilan Amerika Serikat dalam mencegah Iran memiliki senjata nuklir.
Dalam pernyataannya kepada PBS News, Trump menekankan bahwa pencegahan Iran memperoleh senjata nuklir merupakan pencapaian yang sangat berharga. Ia berargumen bahwa tanpa upaya tersebut, Iran kemungkinan besar akan memiliki dan bahkan dapat menggunakan senjata nuklir, yang dampaknya akan jauh lebih besar.
Laporan The Wall Street Journal yang mengutip sumber terkait menyebutkan bahwa Departemen Pertahanan AS (Pentagon) telah mengajukan permohonan kepada Kongres untuk alokasi dana tambahan sebesar 80 miliar dolar AS. Dana ini dimaksudkan untuk menutupi biaya operasional yang berkaitan dengan Iran serta pengeluaran militer lainnya.
Lebih lanjut, Pentagon juga memberikan peringatan bahwa anggaran untuk operasi militer dapat menipis pada musim panas tahun ini jika Kongres tidak segera mengesahkan rancangan undang-undang anggaran pertahanan yang baru. Anggaran Pentagon untuk tahun fiskal 2026 sendiri diketahui mencapai sekitar 1 triliun dolar AS.
Artikel tersebut juga mengulas kembali peristiwa serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap beberapa target di Iran pada 28 Februari, yang menyebabkan kerusakan dan korban jiwa di kalangan sipil. Situasi mereda setelah Iran dan Amerika Serikat menandatangani memorandum pada malam menjelang 18 Juni, yang mengatur penghentian konflik militer serta pencabutan blokade laut oleh AS, sekaligus memulihkan lalu lintas pelayaran Iran melalui Selat Hormuz.