bytedaily
Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:11 WIB

Hari Bhakti Postel ke-81 di Bandung Berikan Penghargaan kepada Industri Digital

Redaksi 27 September 2026 10 views
Hari Bhakti Postel ke-81 di Bandung Berikan Penghargaan kepada Industri Digital
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan cnnindonesia.com, peringatan Hari Bhakti Pos dan Telekomunikasi (Postel) ke-81 digelar di Kantor Pusat PT Pos Indonesia, Bandung, pada Minggu (27/9). Rangkaian acara mencakup penghormatan terhadap sejarah serta pemberian penghargaan kepada pelaku industri digital.

Dalam acara tersebut, plakat penghargaan diberikan kepada sejumlah industri dan asosiasi telekomunikasi yang dinilai mendorong transformasi digital di Indonesia. Penerimanya meliputi ATSI, APJII, MASTEL, APJATEL, ASKALSI, ASIOTI, ASPIMTEL, PT Pos Indonesia, PANDI, IndoTelko, serta mitra teknologi global Ericsson, ZTE, dan Huawei.

Tanggal 27 September ditetapkan sebagai Hari Bhakti Postel untuk mengenang peristiwa pada 1945, saat Angkatan Muda PTT mengambil alih Jawatan PPT dari militer Jepang di Bandung. Ketika itu, lebih dari sebulan setelah kemerdekaan Indonesia, Jawatan PTT belum diserahkan kepada pemerintah Indonesia. Pos, telekomunikasi, dan telegraf memiliki peran penting pada masa tersebut.

Kantor Pusat PT Pos Indonesia di Bandung menjadi lokasi pengambilalihan tersebut sekaligus saksi sejarah perjuangan bangsa. Kementerian Komunikasi Digital menyebut peringatan tahun ini mengusung tema T3: “Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga”.

Menurut keterangan tertulis Komdigi, peringatan ini menjadi kesempatan untuk mengenang perjuangan insan pos dan telekomunikasi sekaligus melihat perkembangan sektor komunikasi yang terus menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi. “Terhubung” merujuk pada penguatan konektivitas dan hubungan antarpemangku kepentingan di bidang pos, telekomunikasi, serta penyiaran.

Unsur “Tumbuh” menggambarkan dorongan untuk berkembang dan menghasilkan inovasi yang memberi kontribusi bagi masyarakat serta pembangunan bangsa. Adapun “Terjaga” menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan ekosistem digital, termasuk kesehatan, mutu kehidupan, dan hubungan antarmanusia di era digital.

Ketiga unsur tersebut dipandang sebagai satu kesatuan. Konektivitas diharapkan menjadi landasan pertumbuhan sekaligus mendukung keberlangsungan ekosistem komunikasi di Indonesia.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.