bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, rangkaian Hari Bhakti Pos dan Telekomunikasi (Postel) ke-81 memperlihatkan keterlibatan pelaku industri, komunitas, generasi muda, dan masyarakat dalam ekosistem digital Indonesia. Berbagai kegiatan telah digelar sejak Agustus 2026.
Ketua Umum Panitia Hari Bhakti Postel ke-81, Theodorus Ardi Hartoko atau Teddy, menyebut kegiatan tahun ini meliputi pameran teknologi dan digital, fun walk, kompetisi esports, turnamen mini soccer, donor darah, serta acara puncak di Kantor Pusat PT Pos Indonesia, Bandung, Jawa Barat, pada Minggu (27/9).
Teddy mengatakan enam rangkaian acara tersebut terlaksana berkat kolaborasi para pemangku kepentingan di industri digital. Kerja sama itu melibatkan berbagai unsur industri teknologi informasi, komunikasi, dan digital (ICT), termasuk asosiasi, operator, vendor, dan pihak lainnya.
Menurut Teddy, perkembangan sektor digital tidak hanya melibatkan perusahaan operator, penyedia infrastruktur, dan vendor teknologi. Masyarakat serta komunitas juga menjadi bagian dari ekosistem yang tumbuh seiring makin luasnya pemanfaatan teknologi.
Kompetisi esports, misalnya, menghubungkan perkembangan infrastruktur digital dengan komunitas gamers dan generasi muda. Sementara itu, fun walk, mini soccer, dan donor darah membuka ruang partisipasi bagi masyarakat di luar lingkungan industri.
Pameran teknologi dan digital menjadi tempat untuk menampilkan perkembangan teknologi sekaligus mempertemukan pelaku industri dengan masyarakat. Seluruh rangkaian kegiatan kemudian berakhir dalam acara puncak yang mempertemukan pemerintah, asosiasi, operator, vendor, komunitas, dan pelaku industri telekomunikasi.
Teddy berharap sinergi lintas unsur tersebut dapat terus diperkuat untuk mendukung perkembangan industri ICT dan digital di Indonesia. Ia menyampaikan bahwa inklusivitas digital dibutuhkan masyarakat secara luas dan merata, dengan konektivitas yang mengintegrasikan seluruh ekosistem serta mendukung pertumbuhan ekonomi melalui infrastruktur digital yang matang.
Upaya membangun ekosistem digital, menurut laporan tersebut, tidak hanya mencakup penyediaan konektivitas, tetapi juga pemanfaatannya oleh masyarakat dan berbagai sektor ekonomi. Pemerintah berperan menyiapkan arah serta ekosistem pendukung, sedangkan industri menghadirkan investasi, teknologi, inovasi, dan layanan.