bytedaily
Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:42 WIB

Hashim: MBG Ditujukan untuk Mendukung Gizi dan Kualitas SDM

Redaksi 14 Oktober 2026 5 views
Hashim: MBG Ditujukan untuk Mendukung Gizi dan Kualitas SDM
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, Board of Advisors Prasasti Hashim Djojohadikusumo menjelaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Ia menyampaikan hal itu di hadapan Peraih Nobel Ekonomi 2024 James A. Robinson dalam Prasasti Indonesia Policy Forum 2026 di Jakarta, Selasa (13/10/2026).

Hashim mengaitkan kecukupan gizi dengan kemampuan anak menyerap pelajaran. Menurut dia, hal tersebut turut berpengaruh pada kualitas SDM dan produktivitas saat mereka memasuki usia kerja. Ia menyebut MBG sebagai salah satu program unggulan yang dijanjikan Presiden Prabowo Subianto selama masa kampanye.

Hashim mengatakan gagasan MBG telah muncul sejak 2006. Saat itu, Prabowo mengkhawatirkan kondisi gizi dan pendidikan anak-anak Indonesia. Ia menyebut angka stunting ketika itu berada di kisaran 30 persen.

Menurut Hashim, persoalan gizi bukan hanya soal anak memperoleh makanan, tetapi juga apakah makanan tersebut mencukupi kebutuhan nutrisi. Ia juga menyampaikan bahwa kajian pemerintahan sebelumnya menunjukkan sekitar 41 persen anak sekolah di Indonesia berangkat tanpa sarapan. Kondisi itu, katanya, dapat mengganggu konsentrasi mereka saat belajar.

Hashim menilai persoalan gizi perlu ditangani agar Indonesia dapat memanfaatkan bonus demografi. Pemenuhan kebutuhan gizi diharapkan mendukung tumbuhnya generasi yang lebih produktif dan mampu berkontribusi pada perekonomian.

Dalam paparannya, Hashim turut membandingkan capaian pendidikan Indonesia dengan Korea Selatan dengan merujuk pada hasil Programme for International Student Assessment (PISA). Ia menyebut Korea Selatan kerap berada di antara negara dengan peringkat teratas, sedangkan Indonesia, berdasarkan data yang ia lihat, berada di posisi ke-62 dari 70 negara.

Hashim mengatakan peningkatan kualitas SDM perlu diperhatikan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Ia juga menyebut program pemenuhan gizi bagi anak telah diterapkan di sejumlah negara dan menilai Indonesia termasuk terlambat menjalankannya. Menurut dia, MBG bukan semata penyediaan makanan, tetapi bagian dari upaya jangka panjang untuk mendukung pendidikan dan produktivitas tenaga kerja.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.