bytedaily
Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:36 WIB

Henkel Tawarkan Teknologi Perakitan untuk Manufaktur Alat Kesehatan

Redaksi 10 Oktober 2026 8 views
Henkel Tawarkan Teknologi Perakitan untuk Manufaktur Alat Kesehatan
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, Henkel melalui merek LOCTITE menawarkan teknologi perakitan untuk mendukung produksi alat kesehatan yang memerlukan presisi, material andal, serta pemenuhan standar biokompatibilitas. Teknologi ini diperkenalkan dalam Indonesia International Hospital Expo 2026 pada 7–10 Oktober.

Jimmy Purnama, Country Business Head Indonesia divisi General Manufacturing and Maintenance Henkel, menyampaikan bahwa proses perakitan berperan dalam menjaga kualitas dan konsistensi produksi alat kesehatan.

Menurut Jimmy, solusi LOCTITE dirancang dengan mempertimbangkan standar biokompatibilitas ISO 10993, efisiensi operasional, dan prinsip keberlanjutan.

Teknologi tersebut dapat diterapkan untuk merakit beragam produk medis. Cakupannya antara lain perangkat sekali pakai seperti jarum dan kateter, perangkat yang dapat digunakan kembali seperti endoskop dan instrumen bedah, serta alat perawatan pasien seperti ventilator dan pompa infus.

Dalam pembuatan alat kesehatan, pemilihan material dan metode perakitan perlu disesuaikan dengan kondisi pemakaian serta proses sterilisasi. Metode yang digunakan di industri ini meliputi radiasi berkas elektron, autoklaf, etilena oksida (ETO), dan hidrogen peroksida.

Pertimbangan mengenai teknologi perakitan, menurut laporan tersebut, perlu dilakukan sejak tahap awal perancangan produk. Tujuannya adalah mendukung keandalan sambungan selama produksi, sterilisasi, hingga perangkat digunakan.

Henkel juga menyoroti efisiensi sumber daya dalam proses manufaktur. Jimmy mengatakan pengurangan limbah dan pengerjaan ulang dapat meningkatkan efisiensi produksi sekaligus menekan penggunaan energi.

Henkel menyebut upaya tersebut sejalan dengan kerangka 2030 Sustainability Ambition, yang meliputi pengurangan emisi, efisiensi sumber daya, dan penerapan prinsip sirkularitas melalui inovasi teknologi.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.