bytedaily
Senin, 19 Oktober 2026 - 10:02 WIB

Iklan Online Diduga Sebarkan Spyware Tanpa Perlu Diklik

Redaksi 19 Oktober 2026 1 views
Iklan Online Diduga Sebarkan Spyware Tanpa Perlu Diklik
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Citizen Lab, unit investigasi digital Universitas Toronto, mengungkap dugaan pemanfaatan iklan digital untuk menyebarkan spyware tanpa perlu diklik. Teknik yang mereka sebut AdFection itu dapat menginfeksi perangkat saat iklan ditampilkan.

Dalam laporan yang dirilis Kamis (15/10), Citizen Lab menyebut kelompok yang mereka namai DARK CARTOGRAPHER menggunakan agensi iklan Discover-Tech dan sejumlah vendor lain untuk mengidentifikasi pengguna secara luas, setidaknya sejak 2019.

Discover-Tech berbasis di Israel. Menurut temuan Citizen Lab, agensi tersebut diduga menjadi kedok penyaluran alat spionase dengan menyisipkan perangkat lunak mata-mata pada iklan. Iklan digital dapat memuat kode yang berjalan di aplikasi atau browser, dan kode itu diduga dimanfaatkan untuk mengeksploitasi browser serta memasang spyware.

Spyware merupakan perangkat lunak berbahaya yang dapat memantau aktivitas secara diam-diam, mencuri data pribadi, lalu mengirimkannya kepada pihak lain tanpa izin. Iklan Discover-Tech dilaporkan memuat spyware Candiru, yang menurut laporan berafiliasi dengan kegiatan mata-mata pemerintah Israel.

Citizen Lab menyatakan platform Controlium milik Discover-Tech dapat membantu mengidentifikasi perangkat dan alamat IP. Informasi tersebut memungkinkan pengiriman spyware secara otomatis ketika iklan ditayangkan, jika perangkat sesuai dengan sasaran intelijen.

Iklan Discover-Tech disebut telah muncul di lebih dari 75 ribu aplikasi Android dan iOS serta lebih dari 120 ribu situs web. Di antara aplikasi yang disebut terdapat Yahoo Mail, Opera Mini, Duolingo, dan Ludo Star. Iklan itu juga muncul di sejumlah situs, termasuk BBC, The New York Times, dan IMDb. Namun, laporan tersebut menegaskan bahwa keberadaan iklan tidak berarti semua situs atau penggunanya menjadi sasaran.

Satu-satunya korban infeksi yang disebut dalam laporan adalah perangkat milik staf dan jaringan internal Al Jazeera, media internasional yang berbasis di Qatar.

Citizen Lab menilai temuan AdFection menyoroti risiko keamanan siber dan privasi serta lemahnya pengujian keamanan dalam industri periklanan. Mereka menyerukan reformasi periklanan digital. Untuk mengurangi risiko, lembaga itu menyarankan penggunaan ekstensi pemblokir iklan tepercaya, browser yang mengutamakan privasi, pengaturan ulang ID iklan secara berkala, dan fitur opt-out pada aplikasi.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.