bytedaily
Senin, 19 Oktober 2026 - 10:54 WIB

Pendinginan Interior Bulan Picu Penyusutan dan Pembentukan Sesar

Redaksi 19 Oktober 2026 3 views
Pendinginan Interior Bulan Picu Penyusutan dan Pembentukan Sesar
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, para ilmuwan mengaitkan penyusutan Bulan dengan proses pendinginan bertahap di bagian dalamnya. Penelitian yang dimuat dalam The Planetary Science Journal itu memperkirakan jari-jari Bulan berkurang sekitar 45 meter dalam kurun 400 hingga 800 juta tahun terakhir.

Dalam studi berjudul “Thrust Faulting and Late-Stage Contraction of the Moon”, peneliti mengidentifikasi lebih dari 10 ribu sesar muda di permukaan Bulan. Pemetaan dilakukan dengan memanfaatkan pengamatan Lunar Reconnaissance Orbiter Camera (LROC), yang merekam bentang alam lobate scarps serta punggung-punggung kecil di dataran mare dan wilayah dataran tinggi.

Berbeda dari Bumi yang memiliki lebih dari 15 lempeng litosfer, Bulan terdiri atas satu lempeng yang menyerupai cangkang utuh. Karena itu, sesar akibat penyusutan tidak hanya berada di batas lempeng, tetapi tersebar di berbagai bagian permukaannya. Gempa Bulan dapat terjadi akibat pergeseran sesar yang sudah ada maupun terbentuknya sesar baru.

Penelitian tersebut juga menemukan bahwa jumlah sesar berbeda-beda di setiap wilayah. Bagian Bulan dengan kerak paling tebal tampak memiliki sesar lebih sedikit dan diperkirakan menjadi wilayah yang relatif stabil. Para peneliti menyatakan kerak yang tebal, berpori, dan dipenuhi retakan menghambat pelepasan panas dari bagian dalam Bulan sehingga proses pendinginan dan penyusutan berlangsung lebih lambat.

Thomas R. Watters, pemimpin penelitian sekaligus ilmuwan senior emeritus di Center for Earth and Planetary Studies, menyampaikan bahwa pembentukan sesar baru diperkirakan masih berlangsung seiring pendinginan dan penyusutan interior Bulan. Ia melakukan penelitian ini bersama Maria Banks, Cole Nypaver, dan Mark Robinson.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.