bytedaily
Senin, 19 Oktober 2026 - 16:07 WIB

Ilmuwan ANU Kembangkan Metode Deteksi Wajah Buatan AI Melalui Kesan Visual Keseluruhan

Redaksi 05 September 2026 8 views
Ilmuwan ANU Kembangkan Metode Deteksi Wajah Buatan AI Melalui Kesan Visual Keseluruhan
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, para ilmuwan dari Australian National University (ANU) telah menemukan cara baru bagi masyarakat untuk mengidentifikasi wajah yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI) tanpa bergantung pada perangkat lunak khusus pendeteksi AI.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) ini melibatkan pelatihan peserta untuk mengenali wajah buatan AI dengan fokus pada 'kesan visual keseluruhan'. Metode ini dilaporkan mampu meningkatkan akurasi peserta hingga hampir dua kali lipat, bahkan beberapa peserta dengan kinerja terbaik mendekati tingkat akurasi sempurna.

Metode ini dikembangkan sebagai respons terhadap peningkatan pesat penggunaan konten deepfake dan gambar buatan AI yang semakin sulit dibedakan dari aslinya. Laporan menyebutkan volume deepfake online diprediksi meningkat tajam sekitar 900 persen per tahun antara 2023 hingga 2025 seiring kemajuan generator gambar AI.

Sebelumnya, studi menunjukkan kemampuan manusia dalam membedakan konten AI dan konten asli setara dengan tebakan acak, terutama dalam membedakan wajah. Upaya deteksi tradisional sering kali mengandalkan pencarian kesalahan visual seperti distorsi latar belakang atau anatomi tubuh yang tidak wajar, namun petunjuk ini semakin tidak dapat diandalkan karena evolusi generator gambar AI.

Perangkat pendeteksi AI komersial pun dinilai belum optimal dan berpotensi menghasilkan kesalahan identifikasi (false positive). Selain itu, beberapa alat pendeteksi berbasis AI membuat alasan di balik kesimpulannya tidak selalu transparan bagi pengguna.

Para peneliti ANU mengalihkan fokus dari detail kecil ke 'kesan keseluruhan' wajah, yang mencakup enam karakteristik: simetri, proporsionalitas, daya tarik, ekspresivitas, keunikan, dan kemudahan wajah untuk diingat. AI cenderung menghasilkan wajah yang lebih 'tipikal' karena mengandalkan rata-rata matematis dari ribuan wajah dalam data pelatihannya.

Studi menemukan bahwa manusia memiliki sensitivitas intuitif terhadap perbedaan ini. Wajah buatan AI cenderung dinilai lebih simetris, proporsional, dan menarik, namun kurang khas, kurang mudah diingat, dan kurang ekspresif dibandingkan wajah manusia asli.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.