bytedaily
Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:36 WIB

Ilmuwan Catat Sinyal Terkuat Potensial Materi Gelap dalam Eksperimen LZ

Redaksi 11 September 2026 16 views
Ilmuwan Catat Sinyal Terkuat Potensial Materi Gelap dalam Eksperimen LZ
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, tim peneliti berhasil memperoleh petunjuk paling kuat mengenai keberadaan materi gelap (dark matter) melalui eksperimen LUX‑ZEPLIN (LZ) yang terletak sekitar 1,6 kilometer di bawah tanah di South Dakota, Amerika Serikat.

Eksperimen LZ menggunakan tangki berisi xenon cair untuk mendeteksi tumbukan langka antara partikel materi gelap dengan atom biasa. Pada analisis data yang dikumpulkan selama 220 hari antara Maret 2023 dan April 2024, para peneliti menemukan satu peristiwa yang tidak dapat dijelaskan pada zona detektor yang diperkirakan menjadi tempat munculnya sinyal materi gelap dan berada di area dengan radiasi latar belakang sangat rendah.

Menurut perhitungan tim, kemungkinan peristiwa tersebut berasal dari gangguan latar belakang biasa hanya sekitar 1 banding 200, namun bukti yang ada belum cukup untuk diklaim sebagai penemuan resmi. Juru bicara LZ, Rick Gaitskell, menegaskan bahwa mereka tidak mengklaim telah melihat materi gelap, melainkan menemukan sesuatu yang menarik dan perlu diteliti lebih lanjut.

Temuan ini dipresentasikan pada konferensi ilmiah di Jepang pada 1 September dan akan dipublikasikan secara daring serta diajukan ke jurnal *Physical Review Letters*.

Seperti yang dijelaskan oleh NASA, materi gelap merupakan komponen tak terlihat yang tidak memancarkan, menyerap, atau memantulkan cahaya, sehingga tidak dapat dideteksi secara langsung. Keberadaannya diketahui dari pengaruh gravitasi pada benda langit, dan diperkirakan menyumbang sekitar 85 % total materi di alam semesta.

Sejarah pencarian materi gelap dimulai pada 1933 ketika astronom Fritz Zwicky mengamati kecepatan galaksi di Klaster Coma yang terlalu tinggi bila hanya dipengaruhi materi tampak. Gagasan tersebut kemudian mendapat dukungan luas pada 1970‑an berkat penelitian Vera Rubin yang menemukan kecepatan bintang di pinggiran galaksi lebih besar dari yang diprediksi.

Para ilmuwan percaya bahwa materi gelap berperan sebagai kerangka gravitasi yang memungkinkan terbentuknya galaksi dan struktur kosmos yang lebih besar, sehingga pemahaman lebih dalam tentang partikel ini dapat membantu menjelaskan evolusi alam semesta.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.