bytedaily
Senin, 19 Oktober 2026 - 17:15 WIB

Ilmuwan Temukan Cara Manusia Deteksi Wajah Buatan AI Tanpa Alat Khusus

Redaksi 05 September 2026 4 views
Ilmuwan Temukan Cara Manusia Deteksi Wajah Buatan AI Tanpa Alat Khusus
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, para ilmuwan dari Australian National University (ANU) telah mengembangkan sebuah metode baru yang memungkinkan manusia mengidentifikasi wajah yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI) tanpa bergantung pada perangkat lunak deteksi AI.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) ini melibatkan pelatihan peserta untuk mengenali wajah buatan AI dengan cara memperhatikan kesan visual secara keseluruhan. Pendekatan ini dilaporkan mampu meningkatkan akurasi peserta hingga hampir dua kali lipat, bahkan beberapa peserta terbaik mencapai tingkat akurasi yang mendekati sempurna.

Penelitian ini relevan mengingat maraknya penggunaan deepfake dan gambar buatan AI yang semakin sulit dibedakan dari aslinya. Volume deepfake online diprediksi meningkat drastis setiap tahunnya seiring dengan kemajuan generator gambar AI. Sejumlah penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kemampuan manusia dalam membedakan konten AI dan konten asli masih setara dengan tebakan acak, terutama dalam membedakan wajah manusia asli dan buatan AI.

Metode deteksi gambar AI yang umum dilakukan selama ini, seperti mencari kesalahan visual pada latar belakang atau anatomi tubuh, semakin tidak dapat diandalkan karena perkembangan generator gambar AI yang pesat. Selain itu, perangkat pendeteksi AI komersial dinilai belum sempurna dan dapat menghasilkan kesalahan positif (false positive). Beberapa alat tersebut juga berbasis AI, sehingga alasan di balik kesimpulannya tidak selalu transparan bagi pengguna.

Para peneliti ANU mengalihkan fokus dari detail kecil ke 'global impressions' atau kesan keseluruhan wajah. Enam karakteristik yang menjadi fokus meliputi simetri, proporsionalitas, daya tarik, ekspresivitas, keunikan, dan kemudahan wajah untuk diingat. Model AI yang menghasilkan wajah cenderung menciptakan rata-rata matematis dari ribuan wajah, sehingga hasilnya cenderung lebih 'tipikal' dibandingkan wajah manusia asli.

Penelitian ini menemukan bahwa manusia secara intuitif dapat mendeteksi perbedaan ini. Wajah buatan AI dinilai lebih simetris, proporsional, dan menarik, namun kurang khas, kurang mudah diingat, dan kurang ekspresif dibandingkan wajah manusia asli.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.