bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, sebuah tim ilmuwan gabungan telah mengidentifikasi pohon tertinggi di Asia Timur, yang berlokasi di sebuah lembah terpencil di Taiwan. Pohon dari spesies konifer raksasa, yang dikenal sebagai Taiwania cryptomerioides, memiliki ketinggian mencapai 84,1 meter.
Pohon yang diperkirakan berusia 1.000 tahun ini diberi nama 'Heaven Sword of the Da'an River', diambil dari nama senjata legendaris dalam novel silat karya Jin Yong. Suku adat Rukai yang mendiami wilayah pegunungan selatan secara turun-temurun menyebut spesies pohon ini sebagai 'pohon yang menabrak Bulan' karena puncaknya yang seolah menyentuh langit malam.
Sebagai perbandingan, pohon tertinggi di dunia saat ini adalah Hyperion, sebuah pohon redwood pesisir di California, Amerika Serikat, yang tingginya mencapai 116 meter. Penemuan 'Heaven Sword' ini merupakan hasil dari upaya pencarian yang intensif di Taiwan, negara yang dikenal memiliki keanekaragaman hayati yang melimpah. Hutan menutupi sekitar 60 persen wilayah pulau ini, dengan perkiraan jumlah mencapai 950 juta pohon.
Penemuan ini, yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Forests and Global Change, dicapai setelah hampir satu dekade pencarian oleh komunitas pemburu pohon Taiwan. Komunitas ini terdiri dari para pemanjat pohon profesional, ahli ekologi, geolog, dan spesialis penginderaan jauh. Untuk memverifikasi ketinggian pohon secara akurat, tim harus melakukan ekspedisi fisik yang menantang pada awal tahun 2023, termasuk berenang lebih dari 20 kilometer dan mendaki gunung selama berhari-hari untuk mencapai lokasi terpencil.
Rebecca Chia-Chun Hsu, penulis utama studi, menjelaskan bahwa tim menggunakan drone untuk survei awal sebelum melakukan pemanjatan. Namun, metode pengukuran yang paling akurat untuk pohon raksasa adalah dengan menggunakan pita pengukur. Hsu menekankan bahwa setiap ekspedisi sangat berharga, meskipun harus menghadapi cuaca yang tidak terduga dan kondisi medan yang sulit, karena memungkinkan mereka menjelajahi lokasi terpencil yang mungkin belum pernah terjamah.
Menurut Hsu, pohon-pohon raksasa memiliki peran ekologis yang krusial dalam hutan, termasuk menyerap karbon dioksida dan melindungi ekosistem di sekitarnya. Hutan pohon raksasa di Taiwan berpotensi menjadi salah satu area dengan kepadatan karbon tertinggi di dunia. Lalasia Bialic-Murphy dari Swiss Federal Research Institute WSL, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, menambahkan bahwa pohon-pohon besar berkontribusi pada kompleksitas struktural dan keanekaragaman fungsional hutan, serta menyediakan habitat penting bagi organisme lain.
Namun, Bialic-Murphy juga menyoroti bahwa benteng ekologis ini berada dalam kondisi kritis, dengan lebih dari 30 persen spesies pohon di dunia menghadapi risiko kepunahan yang tinggi. Studi terbaru ini menggarisbawahi bahwa pohon-pohon tinggi merupakan organisme yang sangat rentan terhadap perubahan iklim.