bytedaily
Senin, 19 Oktober 2026 - 00:52 WIB

Indonesia Berpeluang Raih Dua Emas di Asian Games 2026 pada 20 September

Redaksi 19 September 2026 10 views
Indonesia Berpeluang Raih Dua Emas di Asian Games 2026 pada 20 September
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Indonesia memiliki kesempatan untuk memperoleh medali emas pertama di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah cabang modern pentathlon putri dan teqball putri berhasil masuk final pada Minggu, 20 September.

Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari, menanggapi hasil positif pada hari pertama kompetisi dengan menyatakan, “Ini kan awal pertandingan, dapat semangat yang positif. Kalau final itu targetnya pertama, kalau kepleset yang kedua. Jadi, kami targetkan yang pertama dulu.”

Oktohari menambahkan bahwa kehadiran dua wakil Indonesia di final membuka peluang untuk mengamankan dua medali emas pada hari tersebut, yakni dari modern pentathlon dan teqball.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus memberikan dukungan dan doa kepada para atlet, dengan harapan doa tersebut dapat menghasilkan prestasi yang diharapkan.

Chef de Mission Tim Indonesia, Todotua Pasaribu, menilai keberhasilan kedua cabang olahraga tersebut masuk final sebagai kabar positif bagi kontingen Indonesia, terutama karena teqball sebelumnya tidak termasuk dalam proyeksi perolehan medali.

Menurut Todotua, pencapaian ini dapat menjadi motivasi bagi cabang olahraga lain untuk memberikan kejutan dan membantu tim melebihi target yang telah ditetapkan.

Ia berharap peluang tersebut dapat berujung pada medali emas pertama Indonesia pada tanggal 20 September, baik dari modern pentathlon maupun teqball.

Dua peluang emas tersebut menjadi bagian penting dalam perjuangan Tim Indonesia untuk membuka perolehan medali emas di Asian Games 2026.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.