bytedaily - Melansir laporan ekonomi.republika.co.id, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2026 surplus 3,55 miliar dolar AS. Dengan capaian itu, surplus kumulatif Januari hingga Agustus 2026 mencapai 7,25 miliar dolar AS.
Surplus Agustus berasal dari nilai ekspor sebesar 26,61 miliar dolar AS dan impor 23,06 miliar dolar AS. Ekspor tersebut tumbuh 6,72 persen dibandingkan Agustus 2025, terutama karena peningkatan ekspor nonmigas, menurut Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono.
Ekspor nonmigas pada Agustus 2026 tercatat 25,62 miliar dolar AS, naik 7,23 persen secara tahunan. Sebaliknya, ekspor migas turun 5,10 persen menjadi 0,99 miliar dolar AS.
Di sisi impor, nilainya meningkat 19,09 persen dibandingkan Agustus 2025. Impor nonmigas mencapai 19,53 miliar dolar AS, naik 17,20 persen, sedangkan impor migas bertambah 30,73 persen menjadi 3,53 miliar dolar AS.
Untuk periode Januari–Agustus 2026, surplus perdagangan nonmigas mencapai 28,54 miliar dolar AS. Sementara itu, perdagangan migas mencatat defisit 21,29 miliar dolar AS.
Nilai ekspor kumulatif delapan bulan pertama 2026 tercatat 193,64 miliar dolar AS, meningkat 4,74 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Ekspor nonmigas naik 5,48 persen menjadi 185,63 miliar dolar AS. Industri pengolahan menjadi sektor dengan nilai ekspor terbesar, yakni 159,55 miliar dolar AS atau tumbuh 7,87 persen.
China menjadi tujuan utama ekspor nonmigas Indonesia dengan nilai 47,44 miliar dolar AS, disusul Amerika Serikat sebesar 22,41 miliar dolar AS dan India sebesar 12,77 miliar dolar AS.
Adapun impor kumulatif Januari–Agustus 2026 mencapai 186,39 miliar dolar AS, naik 19,84 persen secara tahunan. Impor nonmigas meningkat 16,83 persen menjadi 157,09 miliar dolar AS, sementara impor migas naik 39,03 persen menjadi 29,30 miliar dolar AS.