bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menekankan pentingnya Indonesia untuk tidak hanya berperan sebagai pasar pasif bagi perusahaan internet global. Sekretaris Jenderal Komdigi, Ismail, menyatakan harapan pemerintah agar industri penyedia internet nasional dapat memposisikan Indonesia sebagai tuan rumah dalam pengelolaan konektivitas di dalam negeri.
Pernyataan ini disampaikan oleh Ismail saat perayaan Hari Ulang Tahun ke-30 Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan. Ia menggarisbawahi bahwa koneksi internet kini menjadi elemen krusial bagi berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari akses terhadap konten, pengembangan kreativitas, hingga pemahaman tentang kecerdasan buatan (AI).
Dalam sambutannya, Ismail juga meminta para penyedia layanan internet yang tergabung dalam APJII untuk turut berperan aktif dalam mengawasi pemanfaatan internet. Pemerintah tidak hanya fokus pada kualitas koneksi, tetapi juga pada aspek pemanfaatan internet yang positif. Kekhawatiran muncul terkait maraknya konten negatif yang berpotensi memengaruhi generasi muda dan merusak tatanan budaya bangsa. Ismail menegaskan bahwa penanganan isu ini membutuhkan kolaborasi lintas elemen dalam ekosistem digital.
Data dari survei APJII menunjukkan bahwa penetrasi internet di Indonesia pada tahun 2026 mencapai 81,72 persen, setara dengan sekitar 235 juta pengguna, meningkat dari 79,5 persen atau 221 juta jiwa pada tahun 2024. Ketua Umum APJII, Muhammad Arif, menambahkan bahwa pertumbuhan jumlah pengguna internet harus diimbangi dengan peningkatan kualitas layanan, pemerataan infrastruktur, penguatan keamanan siber, dan peningkatan kapasitas digital masyarakat.
Arif memandang bahwa tantangan pembangunan internet ke depan bukan lagi sekadar perluasan akses, melainkan bagaimana menghadirkan konektivitas berkualitas yang menjadi fondasi bagi transformasi digital Indonesia. APJII berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan internet hingga ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta mendukung program strategis Komdigi seperti Kampung Internet. Selain itu, APJII juga mendorong layanan internet berkecepatan tinggi yang lebih terjangkau dan mengelola Indonesia Internet Exchange (IIX) untuk memastikan lalu lintas internet domestik tetap berada di dalam negeri demi efisiensi, kecepatan, dan keandalan.