bytedaily - Indonesia dan Inggris memperkuat kolaborasi dalam pembangunan rendah karbon melalui pendanaan proyek Inovasi dan Teknologi yang didukung oleh Low Carbon Development Initiative–Innovation and Technology Fund (LCDI-ITF). Kemitraan strategis ini melibatkan Kementerian PPN/Bappenas dan Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) dari pihak Indonesia, serta Foreign, Commonwealth and Development Office (FCDO) dari Inggris.
Tahap awal program ini telah mengidentifikasi empat proyek terpilih dari ratusan proposal yang diajukan, dengan total alokasi dana sebesar Rp20,33 miliar. Keempat proyek tersebut mencakup solusi inovatif dalam pengelolaan sampah, budidaya udang yang memanfaatkan energi surya, pengolahan rempah-rempah secara berkelanjutan, serta upaya dekarbonisasi dalam sektor pertanian padi. Fokus utama LCDI-ITF adalah menjembatani inovasi teknologi agar dapat melewati tahap pengembangan awal dan memberikan dampak nyata dalam penurunan emisi gas rumah kaca sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Inisiatif LCDI-ITF dirancang untuk mendukung berbagai peta jalan nasional, termasuk ekonomi sirkular, ekonomi biru, hilirisasi rempah, dan pertanian regeneratif. Kemitraan ini tidak hanya menekankan pada aspek penurunan emisi, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, penciptaan lapangan kerja hijau, dan penguatan ketahanan komunitas. Dengan potensi penurunan emisi yang signifikan dari berbagai aksi lintas sektor hingga tahun 2024, kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi model replikasi nasional dan memperkuat kontribusi Indonesia dalam menghadapi perubahan iklim global.