bytedaily
Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:53 WIB

Indonesia Jaga Ketahanan Energi Nasional di Tengah Konflik Timur Tengah

Redaksi 09 Agustus 2026 7 views
Indonesia Jaga Ketahanan Energi Nasional di Tengah Konflik Timur Tengah
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, konflik yang berkepanjangan di Timur Tengah telah menimbulkan kekhawatiran terhadap pasokan energi global, termasuk Indonesia. Gangguan pada jalur pelayaran vital seperti Selat Hormuz dan Bab Al Mandab berpotensi memengaruhi ketersediaan minyak dunia, yang masing-masing menyumbang sekitar 20-25% dan 10-12% dari total pasokan global.

Menyikapi potensi risiko ini, pemerintah bersama PT Pertamina (Persero) telah mengambil langkah proaktif untuk mengamankan kebutuhan energi dalam negeri. Diversifikasi sumber impor menjadi prioritas utama, dengan mengalihkan fokus dari Timur Tengah ke negara-negara lain seperti Amerika Serikat, Afrika, Asia, dan kawasan ASEAN.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menyatakan bahwa sumber impor yang sebelumnya didominasi dari Timur Tengah kini mulai dialihkan. Selain itu, pemerintah juga menginstruksikan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk memprioritaskan produksi minyak mentah domestik sebagai bahan baku kilang nasional, mengoptimalkan operasi kilang, serta mencari sumber LPG alternatif.

Pertamina sendiri telah memperluas strategi diversifikasi pasokan dengan menjajaki sumber energi dari berbagai negara, termasuk Afrika, untuk mengurangi ketergantungan pada satu kawasan. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa pengelolaan energi nasional di tengah gejolak geopolitik ini telah berjalan baik, sehingga Indonesia tetap tenang meskipun negara lain mengalami kepanikan.

Prabowo mengapresiasi peran Kementerian ESDM dan Pertamina dalam menjaga pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi tanpa kenaikan harga. Senada dengan itu, Wakil Ketua Komisi XII Bambang Haryadi juga memuji upaya Pertamina dalam mencari sumber pasokan alternatif dari Afrika dan Amerika. Ia mengakui adanya sedikit keterlambatan pengiriman di awal konflik akibat gangguan rantai pasok, namun kini pengiriman telah kembali stabil.

Bambang menambahkan bahwa laporan mengenai masalah yang memicu antrean BBM telah diatasi, sehingga stok BBM saat ini dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Rantai pasok pun dikatakannya sudah stabil dari negara-negara di luar wilayah konflik.

Pengamat Energi Universitas Padjadjaran, Yayan Satyakti, berpendapat bahwa strategi diversifikasi impor yang dijalankan pemerintah dan Pertamina telah memperkuat kemampuan Pertamina dalam menjaga pasokan energi nasional di tengah meningkatnya tensi geopolitik. Menurutnya, kemampuan Pertamina dalam menjaga pasokan agregat masih cukup kuat dan langkah diversifikasi ini merupakan strategi yang tepat.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.