bytedaily - Melansir dari ekonomi.republika.co.id, PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia Re telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) yang bertujuan untuk mengembangkan skema penjaminan risiko terpadu bagi armada kapal wisata nasional. Penandatanganan ini dilaksanakan di sela acara INSA Yacht Festival (IYF) 2026 di Benoa, Denpasar, Bali.
Dalam kerja sama ini, Indonesia Re berkolaborasi dengan Indonesian National Shipowners’ Association (INSA), PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) (BKI), dan PT Asuransi Jasaraharja Putera (JRP). Kolaborasi ini merupakan implementasi perdana dari konsep Strategic Risk Management (SRM) yang diterapkan pada sektor pariwisata bahari.
SRM adalah sebuah pendekatan yang mengintegrasikan pengendalian risiko teknis dan penjaminan risiko finansial secara berkelanjutan, mulai dari pemilik kapal hingga pihak asuransi dan reasuransi. Direktur Utama Indonesia Re, Robbi Yanuar Walid, menyatakan bahwa kerja sama ini menunjukkan bahwa kapabilitas nasional, jika dikelola dengan baik, mampu menyediakan solusi penjaminan risiko yang komprehensif untuk industri strategis seperti pariwisata bahari.
"Indonesia Re hadir untuk memastikan kapasitas penjaminan tetap tumbuh di dalam negeri, sejalan dengan semangat kemandirian yang menjadi arah besar ekosistem Danantara," ungkap Robbi dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis (20/8/2026).