bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menargetkan perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif antara Indonesia dan Uni Eropa (IEU-CEPA) dapat ditandatangani pada bulan Oktober 2026.
Saat ini, penyelesaian dokumentasi IEU-CEPA dalam bahasa Inggris sedang dalam tahap akhir. Setelah penandatanganan, naskah perjanjian akan diajukan ke Parlemen Uni Eropa untuk proses ratifikasi.
Airlangga menjelaskan bahwa Menteri Perdagangan, Budi Santoso, telah melakukan konsultasi dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengenai mekanisme ratifikasi IEU-CEPA di Indonesia. Pemerintah berencana menggunakan peraturan presiden (Perpres) untuk mempercepat implementasi perjanjian setelah konsultasi dengan DPR selesai.
Perjanjian IEU-CEPA diharapkan memberikan keuntungan signifikan bagi hubungan ekonomi kedua belah pihak, terutama melalui peningkatan akses pasar. Disebutkan bahwa sekitar 90 persen pos tarif Indonesia akan langsung menjadi nol persen setelah perjanjian berlaku, sementara sisanya akan mengalami penurunan bertahap.
Lebih lanjut, Airlangga menekankan pentingnya percepatan ratifikasi untuk menghindari jeda dalam fasilitas perdagangan Indonesia dengan Uni Eropa. Hal ini dikarenakan fasilitas Generalized System of Preferences (GSP) yang saat ini dinikmati Indonesia akan berakhir pada akhir tahun 2026. Penandatanganan dan ratifikasi IEU-CEPA sebelum akhir tahun diharapkan dapat menjembatani kesenjangan fasilitas tersebut.
Selain aspek perdagangan, IEU-CEPA juga berpotensi membuka pintu bagi peningkatan investasi dari negara-negara Eropa ke Indonesia. Airlangga mencatat adanya peningkatan kunjungan delegasi bisnis dari Eropa yang menjajaki peluang kerja sama dan investasi di Indonesia.
Sektor-sektor yang menjadi fokus dalam kerja sama ini meliputi energi terbarukan, digital, keamanan siber, pertanian, manufaktur, inovasi, dan teknologi. Uni Eropa memiliki keunggulan di sektor manufaktur, inovasi, dan teknologi, yang membuka peluang perluasan kerja sama ekonomi lebih lanjut melalui IEU-CEPA.