bytedaily - Penelitian terbaru yang melibatkan Badan Geologi Kementerian ESDM dan Badan Informasi Geospasial (BIG) berhasil mengungkap keberadaan Sesar Cisadane, sebuah struktur geologi yang membentang di wilayah Jabodetabek. Penemuan ini memanfaatkan teknologi canggih, termasuk pemetaan udara menggunakan drone yang dilengkapi sensor LiDAR.
Metodologi penelitian yang komprehensif menggabungkan analisis data gaya berat, data seismik untuk pemodelan bawah permukaan, observasi geologi di lapangan, dan pemetaan udara presisi. Khususnya, penggunaan drone VTOL LiDAR untuk cakupan area luas dan SLAM LiDAR untuk detail mikro memungkinkan interpretasi geologi yang mendalam. Hasilnya mengindikasikan adanya sesar mendatar yang berarah barat laut-tenggara, diberi nama Sesar Cisadane karena mengikuti aliran Sungai Cisadane.
Tim peneliti melakukan ekspedisi ke Gunung Nyungcung dan Gunung Panjang di Bogor untuk mengumpulkan bukti. Metode geologi dan temuan fosil di kedua gunung tersebut memperkuat hipotesis bahwa wilayah ini dulunya merupakan dasar laut yang terangkat akibat aktivitas tektonik, kemungkinan terkait dengan Sesar Baribis. Pemisahan kedua gunung oleh Sungai Cisadane diduga disebabkan oleh pergerakan Sesar Cisadane, yang kini diketahui memanjang dari Bogor hingga pesisir Tangerang dan berpotensi aktif.