bytedaily
Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:08 WIB

Insinyur DeepSeek Kritik Seruan Perlambatan AI Anthropic dan Bandingkan dengan Risiko Hitler

Redaksi 18 September 2026 6 views
Insinyur DeepSeek Kritik Seruan Perlambatan AI Anthropic dan Bandingkan dengan Risiko Hitler
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, perdebatan mengenai risiko keselamatan kecerdasan buatan (AI) kini semakin memanas setelah seorang insinyur DeepSeek menolak seruan perlambatan AI yang dikeluarkan oleh CEO Anthropic, Dario Amodei.

Pernyataan Liu Shengyu, insinyur yang mengembangkan model V4.1 DeepSeek, disampaikan menjelang pertemuan antara Presiden Xi Jinping dan mantan Presiden Donald Trump yang diperkirakan akan berlangsung pada 24 September mendatang, menandakan bahwa isu keselamatan AI kemungkinan besar akan menjadi agenda penting dalam pertemuan tersebut.

Liu menegaskan ketidakpercayaannya terhadap perusahaan seperti Anthropic maupun OpenAI dalam mengembangkan AI mutakhir yang bersifat terbuka dan terjangkau, menuliskan pada sebuah unggahan media sosial, "Saya terutama tidak ingin Anthropic menguasai AI atau AGI yang paling canggih."

Ia menambahkan bahwa jika Anthropic berhasil menguasai AI paling canggih, konsekuensinya akan setara dengan apa yang terjadi ketika Adolf Hitler dan Nazi Jerman memperoleh senjata nuklir sebelum Blok Sekutu, mengingat potensi dampak luas terhadap keamanan global.

Sampai saat ini, baik DeepSeek maupun Anthropic belum memberikan tanggapan resmi terhadap pernyataan Liu.

Seruan CEO Anthropic untuk memperlambat laju perkembangan AI atas dasar pertimbangan keamanan telah mendapat dukungan dari sejumlah tokoh industri, termasuk CEO OpenAI, Sam Altman, dan pendiri xAI, Elon Musk.

Pengamat di China, melalui Dongbuyaqiao Research Institute, menilai bahwa ajakan Amodei mungkin merupakan upaya untuk memperoleh kontrol lebih besar atas regulasi industri AI sebelum peraturan tersebut sepenuhnya diterapkan.

Amodei sebelumnya juga menyarankan agar Washington mempertahankan pembatasan ekspor chip canggih dan peralatan pembuatan chip ke China, mengklaim bahwa keunggulan AI China dapat menimbulkan "bahaya besar" bagi Amerika Serikat dan dunia.

Seruan tersebut menuai respons tajam dari Beijing. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menyatakan bahwa kekhawatiran pengembang teknologi AI AS hanyalah omong kosong, menambahkan bahwa tindakan menakut-nakuti, konfrontasi, dan persaingan yang tidak sehat hanya akan menghambat penciptaan aturan AI global yang baik.

Pada hari yang sama, Du Hengfeng dari National Business Daily menulis bahwa motivasi utama di balik seruan perusahaan teknologi AS terkait keamanan AI adalah keuntungan komersial.

Perbincangan yang memanas ini menegaskan intensitas perselisihan mengenai bagaimana sistem AI paling canggih harus dikembangkan dan siapa yang berhak menentukan regulasi yang mengaturnya.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.