bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, perdebatan tentang risiko keselamatan kecerdasan buatan (AI) semakin memanas setelah seorang insinyur DeepSeek mengkritik seruan CEO Anthropic, Dario Amodei, untuk memperlambat pengembangan AI. Liu Shengyu, yang terlibat dalam pengembangan model V4.1 DeepSeek, menyatakan keraguan terhadap perusahaan seperti Anthropic dan OpenAI dalam menyediakan AI mutakhir yang bersifat terbuka serta terjangkau.
Liu menuliskan di media sosial bahwa ia tidak menginginkan Anthropic menguasai AI atau AGI (Artificial General Intelligence) paling canggih. Ia mengibaratkan skenario tersebut dengan situasi Adolf Hitler dan Nazi Jerman yang memperoleh senjata nuklir sebelum Sekutu, menyiratkan potensi bahaya yang serupa jika satu entitas mengendalikan teknologi AI terdepan.
Pernyataan Liu muncul menjelang pertemuan yang direncanakan antara Presiden Xi Jinping dan mantan Presiden Donald Trump pada 24 September, dimana isu keselamatan AI diperkirakan akan menjadi topik penting. Sementara itu, seruan Amodei untuk memperlambat laju pengembangan AI telah didukung oleh tokoh-tokoh seperti CEO OpenAI Sam Altman dan pendiri xAI Elon Musk.
Pengamat di China, termasuk Dongbuyaqiao Research Institute, menilai bahwa ajakan Amodei mungkin dimaksudkan untuk memperoleh pengaruh lebih besar atas regulasi industri AI sebelum peraturan resmi diterapkan. Amodei juga pernah menyarankan Washington untuk menjaga pembatasan ekspor chip canggih ke China, mengklaim bahwa keunggulan AI China dapat menimbulkan "bahaya besar" bagi Amerika Serikat dan dunia.
Respons China terhadap seruan tersebut cukup tegas. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menyebut kekhawatiran yang diungkapkan oleh pengembang AI AS sebagai omong kosong, menambahkan bahwa tindakan "fearmongering" dan persaingan tidak sehat hanya akan menghambat penciptaan regulasi AI global yang bermanfaat. Pada hari yang sama, Du Hengfeng dari National Business Daily mencatat bahwa motivasi komersial menjadi alasan utama di balik seruan perusahaan teknologi AS terkait keamanan AI.
Diskusi yang memanas ini menegaskan adanya perselisihan yang semakin intensif mengenai cara pengembangan AI paling canggih serta siapa yang berhak menentukan regulasi yang mengaturnya.