bytedaily - Melansir laporan ekonomi.republika.co.id, realisasi investasi Indonesia pada semester I 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun, naik 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini turut memperkuat kebutuhan terhadap kawasan industri dan bisnis yang memiliki dukungan infrastruktur serta konektivitas memadai.
Data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat sektor transportasi, pergudangan dan telekomunikasi, serta perumahan, kawasan industri dan perkantoran sebagai bagian dari sektor penopang investasi nasional.
Seiring berkembangnya kegiatan usaha, perusahaan membutuhkan kawasan yang tidak hanya menyediakan ruang, tetapi juga aksesibilitas, konektivitas, dan fleksibilitas operasional. Salah satu pendekatan untuk memenuhi kebutuhan tersebut adalah pengembangan kawasan yang terintegrasi.
Pendekatan itu tercermin dalam Indonesia Real Estate Awards 2026 yang berlangsung di Jakarta pada 25 September 2026. Dalam ajang yang diselenggarakan SEA CONNECT tersebut, Agung Intiland menerima penghargaan Best Industrial & Business Park Developer – Indonesia. Luxima Bizhub, klaster pergudangan di Laksana Business Park, meraih Best Innovative Business Hub Development – Indonesia.
General Manager Business Development and Technical Agung Intiland, Farizki Hakim Rosyidi, menyampaikan bahwa pengembangan kawasan bisnis perlu memperhatikan kebutuhan operasional serta pertumbuhan pelaku usaha dalam jangka panjang. Menurutnya, kawasan yang baik bukan hanya dinilai dari tampilan atau lokasi, melainkan juga dari kemampuannya mendukung efisiensi, keterhubungan dengan rantai pasok, dan peluang pengembangan usaha.
Farizki mengatakan perencanaan kawasan perlu menyatukan infrastruktur, konektivitas, dan fungsi ruang agar dapat mengikuti perubahan kebutuhan pasar. Di Laksana Business Park, koneksi ke jaringan jalan tol, bandara, dan pelabuhan menjadi salah satu pertimbangan untuk mendukung mobilitas barang dan manusia serta kelancaran kegiatan bisnis.
Kawasan tersebut direncanakan dapat dikembangkan hingga tahap ketiga agar mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan pengguna dan perkembangan usaha pada masa mendatang. Sementara itu, Luxima Bizhub dirancang sebagai klaster pergudangan yang memadukan fungsi bisnis, fleksibilitas ruang, dan konektivitas untuk mendukung kebutuhan operasional pelaku usaha.
Farizki menambahkan, pelaku usaha memerlukan ruang yang dapat mengikuti cara mereka menjalankan bisnis, memberi keluwesan ketika usaha berkembang, dan tetap memiliki nilai dalam jangka panjang.