bytedaily
Rabu, 20 Mei 2026 - 15:29 WIB

Investor Global Yakin Ekonomi RI Tangguh Meski Geopolitik Memanas, ADB Proyeksi Tumbuh 5,2% di 2026

Redaksi 15 April 2026 10 views
Investor Global Yakin Ekonomi RI Tangguh Meski Geopolitik Memanas, ADB Proyeksi Tumbuh 5,2% di 2026
Ilustrasi: Investor Global Yakin Ekonomi RI Tangguh Meski Geopolitik Memanas, ADB Proyeksi Tumbuh 5,2% di 2026

bytedaily - Di tengah memanasnya tensi geopolitik global, terutama di Timur Tengah, investor internasional tetap menunjukkan keyakinan terhadap fundamental ekonomi Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menggarisbawahi dua pengakuan penting dari lembaga global yang dirilis dalam waktu berdekatan, yang menegaskan pandangan positif pelaku pasar dan institusi multilateral terhadap ketahanan ekonomi nasional.

Bank Pembangunan Asia (ADB), dalam laporannya tertanggal April 2026, memproyeksikan ekonomi Indonesia akan mencatat pertumbuhan stabil sebesar 5,2 persen pada tahun 2026 dan 2027, sebuah peningkatan dari realisasi 5,1 persen pada tahun sebelumnya. Proyeksi ini menempatkan Indonesia di atas rata-rata pertumbuhan subkawasan Asia Tenggara yang diperkirakan hanya mencapai 4,7 persen pada 2026. ADB menilai permintaan domestik yang kuat, inflasi terkendali di kisaran 2,5 persen, serta kebijakan moneter yang terkalibrasi menjadi pilar utama yang menopang kinerja ekonomi Indonesia, didukung pula oleh konsumsi rumah tangga, produktivitas pertanian, dan momentum musiman.

Selain itu, lembaga indeks global FTSE Russell pada 7 April 2026 kembali mempertahankan status pasar modal Indonesia sebagai 'Secondary Emerging Market' dan tidak memasukkannya ke dalam daftar pantauan untuk potensi penurunan peringkat. Pengakuan ini mencerminkan keberhasilan reformasi struktural yang telah diimplementasikan, termasuk peningkatan transparansi kepemilikan saham, perluasan klasifikasi investor, dan penerapan mekanisme peringatan dini terkait konsentrasi kepemilikan saham. Status ini, yang sejajar dengan China dan India dalam klasifikasi FTSE, menegaskan kemajuan pasar modal nasional menuju standar tata kelola dan transparansi global, sebuah pandangan yang disambut positif oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai bukti kredibilitas reformasi yang sedang berjalan.