bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, pelaku industri acara di Indonesia memperkenalkan Event Economic Calculator melalui Indonesia Event Management Summit (IVES) 2026. Instrumen ini dirancang untuk mengukur perputaran ekonomi dan penyerapan tenaga kerja, termasuk efek berganda pada sektor perhotelan dan transportasi.
Ketua Umum Backstagers Indonesia Andro Rohmana Putra mengatakan industri event masih menghadapi tantangan terkait kebijakan, profesionalitas, dan standardisasi. Menurutnya, keberhasilan acara tidak cukup dinilai dari jumlah pengunjung atau konsep yang ditawarkan.
Andro menyampaikan bahwa pengukuran dampak ekonomi dibutuhkan agar kontribusi industri event terhadap perekonomian dapat terlihat lebih jelas. Data yang dihasilkan juga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan pengembangan industri.
Pengukuran tersebut dinilai sejalan dengan upaya Jakarta mewujudkan visi sebagai kota global menjelang peringatan lima abad pada 2027. Andro mengatakan penyelenggaraan berbagai acara di ibu kota perlu didukung metodologi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Pendiri Event Economic Calculator Harryadin Mahardika menjelaskan, instrumen itu dikembangkan dengan metodologi penelitian untuk menghasilkan data ekonomi yang objektif. Proses pengukuran turut melibatkan pengawasan komite dan pemeriksaan silang atas hasil perhitungan.
Hasil pengukuran akan menjadi salah satu dasar penyusunan white paper industri event. Dokumen tersebut akan memetakan kebutuhan industri dan memuat masukan untuk pengembangannya, tetapi bukan merupakan regulasi pemerintah.
Kepala Bidang Industri Pariwisata Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta Iffan mengatakan pemerintah daerah memerlukan data untuk melihat manfaat ekonomi dari penyelenggaraan acara. Penghitungan perlu mencakup kegiatan ekonomi di luar lokasi acara, antara lain pada sektor perhotelan dan transportasi.
Menurut Iffan, pengukuran dampak ekonomi dapat membantu pemerintah mengetahui besaran efek berganda sebuah kegiatan. Dengan demikian, keberhasilan acara tidak hanya dinilai dari jumlah peserta atau pengunjung, tetapi juga dampak ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.
IVES 2026 dijadwalkan berlangsung pada 17–19 November 2026. Pertemuan utama akan digelar pada 18–19 November di Grand Sahid Jaya Jakarta, dengan target sedikitnya 600 peserta, lebih dari 40 sesi, 70 pembicara dan moderator, serta 240 pertemuan speed networking.