bytedaily - Kemampuan Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) kini teruji dalam mendeteksi asteroid berbahaya, 2024 YR4. Para astronom berhasil mengembangkan metode inovatif untuk mengidentifikasi objek langit tersebut di tengah kegelapan ruang angkasa, memajukan upaya deteksi ancaman potensial bagi Bumi dan Bulan.
Tim peneliti yang dipimpin oleh ajuan dari Andy Rivkin dari Johns Hopkins University dan Julien de Wit dari Massachusetts Institute of Technology, berhasil mengamati YR4 menggunakan JWST pada Februari lalu. Pengamatan ini tidak hanya memberikan data posisi asteroid yang sangat akurat, tetapi juga memperpanjang jendela waktu observasi secara signifikan. Hasilnya, para ilmuwan kini yakin bahwa asteroid yang sempat dikhawatirkan akan menabrak Bulan tidak akan melakukannya, melainkan akan melintas dengan jarak aman sekitar 22.900 kilometer.
Pengembangan teknik deteksi JWST dalam kasus YR4 ini krusial. Mengingat YR4 terdeteksi terlambat dan memiliki jendela observasi yang sempit, para peneliti harus berinovasi untuk menangkap sinyal lemah dari asteroid yang tampak seperti titik kecil tak terlihat. Keberhasilan ini membuka jalan bagi upaya masa depan dalam memantau dan mengantisipasi potensi ancaman asteroid serupa, sekaligus meningkatkan presisi pemahaman tentang lintasan objek-objek luar angkasa.