bytedaily
Jumat, 16 Oktober 2026 - 03:00 WIB

Jay Clayton Ditunjuk Pimpin Lembaga AI Gedung Putih

Redaksi 04 Oktober 2026 15 views
Jay Clayton Ditunjuk Pimpin Lembaga AI Gedung Putih
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan cnnindonesia.com, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunjuk Direktur Intelijen Nasional Jay Clayton untuk memimpin lembaga baru yang menangani kecerdasan buatan (AI) di pemerintahannya. Informasi tersebut dilaporkan Wall Street Journal (WSJ) pada Sabtu (3/10) waktu setempat, berdasarkan wawancara dengan Clayton, yang bernama lengkap Walter Joseph Clayton III.

Clayton, yang ditunjuk sebagai kepala intelijen pada Agustus, akan memimpin lembaga Gedung Putih itu. Dalam 120 hari, lembaga tersebut ditugaskan menyampaikan laporan mengenai peluang dan risiko yang muncul dari AI.

Kepada WSJ, Clayton mengatakan Trump meminta pembentukan kelompok yang disebut “Pasukan Super Intelijen”. Kelompok itu bertujuan menjaga posisi AS sebagai pemimpin dalam pengembangan AI tingkat lanjut sekaligus melindungi kepentingan warga Amerika.

Lembaga tersebut akan menelaah risiko AI dan mekanisme pelaporan pemerintah terkait pelanggaran, peretasan, serta insiden lain. WSJ menyebut kelompok itu juga akan menyampaikan rekomendasi untuk memperkuat kemampuan pemerintah federal dalam merespons masalah, dengan memanfaatkan kewenangan yang sudah tersedia.

Menurut Reuters, keamanan AI menjadi perhatian dalam beberapa pekan terakhir. Sejumlah peneliti memperingatkan bahwa pihak pengembang AI meyakini teknologi tersebut berpotensi membunuh manusia dalam satu dekade. Anggota parlemen dari Partai Demokrat dan Republik turut menyuarakan kekhawatiran serta meminta langkah lebih lanjut.

Trump mengambil pendekatan yang lebih longgar dalam regulasi AI. Ia beralasan pengawasan berlebihan dapat mengurangi daya saing AS terhadap China. Pada Selasa (29/9), Trump mengatakan tidak ingin bekerja sama dengan Presiden China Xi Jinping dalam pengaturan teknologi AI.

Penunjukan Clayton menjadi kali kedua Trump memilih penasihat untuk mengawasi keputusan terkait AI di seluruh pemerintahannya. Sebelumnya, investor modal ventura David Sacks menjalankan tugas sebagai penanggung jawab utama AI pada awal masa jabatan kedua Trump.

WSJ juga melaporkan bahwa Emil Michael, Scott Kupor, dan Ketua Komisi Perdagangan Federal Andrew Ferguson akan menjadi wakil ketua gugus tugas. Anggotanya mencakup Wakil Presiden JD Vance, Menteri Pertahanan Pete Hegseth, Menteri Keuangan Scott Bessent, serta Kepala Staf Gedung Putih Susie Wiles. Sacks dan mantan Menteri Luar Negeri Condoleezza Rice disebut akan menjadi penasihat eksternal.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.